Gozali's Blog

2 Sebab Terjadi Tekor dan Cara Mengatasinya

Keuangan bulanan sering tekor? Baca terus sampai selesai agar tekor tak lagi menjadi langganan.

Biasanya sih kebanyakan dari kita hanya punya 2 sebab kenapa keuangan bulanan jadi tekor. Pertama, adalah ada pengeluaran yang tidak rutin. Dan kedua, ada pengeluaran rutin yang tidak terkendali.

Wajar saja tekor kalau penghasilan bulanan harus ikut nanggung pengeluaran yang tidak rutin, apalagi jika jumlahnya juga besar. Misalnya tekor di setiap musim libur sekolah, tekor di akhir tahun, tekor pas ada banyak undangan atau dipinjami uang.

Tekor yang semacam ini terjadi karena tidak punya dana cadangan untuk menanggulangi pengeluaran yang tidak rutin. Dan kabar buruknya adalah, walaupun namanya pengeluaran tidak rutin, tapi hampir tiap bulan selalu ada saja yang tidak rutin itu. Hanya judulnya saja yang berbeda dan jumlahnya yang tidak menentu. Kadang dipinjami uang, memberi hadiah, servis kendaraan, dll.

Jadi, kalau tidak mau tekor karena bayar yang tidak rutin, miliki dana cadangan dari sekarang. Dana yang khusus disimpan di tabungan dan diambil kalau memang perlu untuk menutup pengeluaran yang tidak rutin tadi. Sumber dana ini dari mana? Alokasikan dari tabungan yang sudah ada, atau cicil dari gaji untuk dimasukkan dalam tabungan khusus ini. Jumlahnya gak usah banyak-banyak, 3 kali gaji udah cukup kok. Selama saldonya belum mencapai 3x gaji, isi terus. Kalau sudah mencapai 3-4 kali gaji, tidak perlu lagi ditambah. Dan kalau terpakai sampai di bawah 3x gaji, diisi lagi dari pos gaji.

Kenapa tidak dianggarkan saja “biaya tidak terduga” dari gaji bulanan? Biasanya sih, ini pos anggaran yang paling gampang “dikorupsi”. Karena kalau pos ini tidak terpakai, alias tidak ada pengeluaran tidak rutin yang besar, maka pos ini berubah menjadi tidak terduga belanja lagi, tidak terduga makan-makan lagi, dan ujung-ujungnya habis juga. Lalu kalau di bulan depannya ada pengeluaran yang tidak terduga butuh dana yang lebih besar daripada alokasi bulanannya? Saldonya tetap nol sehingga tekor lagi.

Jadi, lupakan itu yang namanya anggaran tidak terduga, karena rawan dikorupsi diri sendiri. Lebih baik alokasikan rutin tiap bulan untuk mengisi rekening dana cadangan, dari situ baru diambil jika ada pengeluaran yang tidak terduga.

Tentu penyebab kedua juga perlu diantisipasi, yaitu membengkaknya pengeluaran rutin bulanan. Sebagai bahan evaluasi, perlu dicatat pos pengeluaran mana yang paling sering terlalu besar dari rencana. Apakah makan di luar, transport, belanja bulanan atau yang lainnya? Karena dari situ kita bisa lakukan penghematan di pos tersebut. Apakah pengeluaran ini melibatkan pasangan atau anak-anak? Bicarakan juga dengan mereka. Berikan pemahaman tentang kondisi keuangan yang terjadi jika pos tersebut tidak dikendalikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'