Gozali's Blog

4 Cara Beli Rumah Tanpa Riba

Tak akan lengkap sebuah rumah tangga jika tidak memiliki rumah sendiri. Begitulah kegelisahan para pasangan muda yang ingin segera memiliki rumah sendiri. Tapi belakangan ini, yang namanya memiliki rumah sendiri sepertinya makin banyak tantangannya, mulai dari harga yang makin lama makin mahal saja, jarak yang makin lama makin jauh dari pusat kota, sampai dengan masalah hutang riba yang tentunya harus dihindari.
Sepertinya ada banyak orang dengan keinginan yang sama, ingin punya rumah tapi tak ingin terlibat dengan riba. Maklum lah, yang namanya cicilan identik dengan hutang berbunga alias riba.
Apakah solusinya harus beli rumah dengan cara tunai saja? Membeli dengan cara tunai adalah cara terbaik untuk terhindar dari riba. Tapi itu bukan satu-satunya cara, karena yang dilarang adalah riba, bukan dilarang berhutang. Jadi kalau memang tak bisa beli dengan tunai, masih ada kemungkinan berhutang tanpa riba.
Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu-persatu alternatifnya:
1. Beli tunai

Untuk pembelian rumah pertama, memang sangat jarang dilakukan dengan tunai. Karena biasanya rumah pertama dibeli di usia 20an atau 30an dimana pada saat itu kondisi keuangan masih dalam tahap perkembangan dan belum terlalu mapan. Tapi untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya untuk investasi, bukan tidak mungkin membeli rumah dengan tunai.

2. Beli tunai bertahap

Pengembang perumahan terkadang juga memberikan opsi pembelian rumah dengan cara tunai bertahap. Yaitu pembelian rumah dengan cara mencicil langsung ke pengembang atau developer. Biasanya penawaran ini diberikan oleh pengembang dalam jangka waktu yang pendek yaitu 12 bulan atau maksimal 3 tahun saja.

3. KPR iB

Tak perlu ragu untuk menggunakan skema KPR di bank syariah atau yang sering disebut juga KPR Syariah. Di bank syariah, ada beberapa akad yang bisa digunakan agar terjadi pembelian rumah oleh nasabah dengan tidak melibatkan unsur riba.
Akad yang sering digunakan adalah murabahah atau jual-beli angsuran dimana nasabah akan membayar dengan cicilan yang fixed. Namanya juga jual-beli, maka harganya memang harus fixed tidak boleh berubah. Variasi dari akad ini adalah dengan pembayaran cicilan yang step-up atau meningkat setiap beberapa tahun. Total yang dibayar tetap sama, tapi cicilan di tahun-tahun awal dibuat lebih kecil dibandingkan cicilan di tahun-tahun berikutnya.
Selain cicilan/harga fixed, ada juga akad pembiayaan syariah yang cicilannya bisa fleksibel atau berubah-ubah. Dalam komponen cicilan yang dibayarkan oleh nasabah, ada komponen pembelian rumah yang fixed dan ada komponen sewa rumah yang fleksibel, maka total cicilan bulanan bisa menjadi fleksibel seperti kredit konvensional.

4. Cicilan tanpa bank

Akhir-akhir ini ada banyak developer yang menamakan dirinya sebagai developer murni syariah atau istilah sejenisnya menawarkan rumah dengan sistem angsuran tanpa melibatkan bank sama sekali. Mirip dengan pembelian cash bertahap, tapi ini dilakukan dalam jangka waktu yang panjang seperti KPR yaitu 5 tahun bahkan sampai 10 tahun.
Biasanya sistem ini digembor-gemborkan sebagai KPR Murni Syariah, tanpa bank, tanpa asuransi, tanpa BI Checking, dll. Di satu sisi memang sangat memudahkan bagi yang ingin membeli rumah tapi di sisi lain juga mengandung risiko kepercayaan bagi penjual maupun pembeli karena dilakukan dalam jangka panjang.

Nah, ternyata ada banyak kok alternatif kepemilikan rumah, tanpa melibatkan riba. Silakan pilih sesuai selera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'