Gozali's Blog

Baca Ini Agar tak Jadi Korban Hoax Akuisisi BMI

Belajar Muamalah & Pasar Modal: Studi Kasus Akusisi BMI

“Rekan-rekan pemegang saham PT.B, perusahaan kita membutuhkan modal tambahan 4,5T agar bisa kembali sehat. Untuk itu perusahaan akan menerbitkan saham baru.”
Di pasar modal, ini namanya right issue. Bahasa syariahnya: syirkah ini perlu tambahan sohibul maal.

“Saat ini, sudah ada minat dari PT.X untuk beli saham baru tersebut. Tapi kita akan prioritaskan para pemegang saham saat ini untuk menambah modalnya di perusahaan. Jika masih kurang, baru akan kita tawarkan pemilik baru untuk beli saham.”
Di pasar modal, ini namanya HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Dan PT.X disebut sebagai standby buyer. Tidak ada masalah secara syariah, siapapun bisa diajak bersyirkah. Bahkan diatur dlm Fatwa DSN No.65/2008

“Menurut situs Anu, perusahaan sudah diakuisi oleh PT.X ya. Padahal kan PT.X itu begini begitu.”
“Pssttt… Katanya di belakang PT.X itu ada si Y agar bisa menggolkan proyek Z. Dia kan begini begitu.”
Di pasar modal ini disebut rumor. Secara jurnalistik ini disebut hoax. Secara Syariah ini bisa jadi ghibah atau fitnah, malah haram jadinya.

“Ini beneran kok, bukan hoax. Ada info dari orang dalem nih. Kita beli saham PT.X yuk.”
Di pasar modal, ini bisa masuk kategori insider trading, termasuk tindakan ilegal. Secara Syariah haram karena bisa masuk kategori ghabn fahisy merujuk Fatwa DSN no.80/2008

“Ayo kita beli aja saham PT.B utk menyelamatkannya dari PT.X.”
Ini artinya kurang literasi alias nggak faham info. HMETD artinya saham baru tidak dijual bebas, tapi hanya pada pemilik lama. Asal ngajakin orang beli menunjukkan dia asal ngomong aja tapi nggak faham apa yang terjadi.

Yuk ah belajar lagi. Hukum muamalah & pasar modal itu mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'