Gozali's Blog

Cicil Rumah atau Sewa Saja?

Pertanyaan ini sering menjadi diskusi pasangan muda saat sudah tak nyaman lagi tinggal bersama mertua, saat sudah saatnya hidup mandiri di rumah sendiri. Karena tak sempurna rasanya disebut rumah tangga kalau rumahnya masih bersama-sama orangtua.

Mana yang lebih baik, cicil rumah atau sewa rumah? sulit untuk menjawabnya jika pilihannya adalah cicil rumah A dan sewa rumah B, karena objeknya yang tidak sama. Dan pertimbangannya jelas bukan cuma masalah keuangan tapi juga lokasi, kenyamanan bertetangga dan sebagainya.

Nilai sewa rumah tinggal pada umumnya berkisar antara 2,5% sampai dengan 5% dari harga pasar properti tersebut. Jadi jika ada penawaran rumah dijual dengan harga 100jt atau disewa dengan harga 10jt per tahun, maka bisa dibilang bahwa rumah tersebut lebih baik kita beli saja karena nilai sewanya terlalu mahal atau harga jualnya yang terlalu rendah. Untuk daerah tertentu rumus ini mungkin perlu disesuaikan ya, silakan cek harga pasar wajar di sekitarnya.

Secara cashflow bulanan, sewa rumah jelas lebih murah dibandingkan dengan cicilan rumah. Sewa rumah biasanya sekitar seperempat sampai setengah dari uang yang harus dikeluarkan untuk mencicil rumah dengan harga yang sama. Tapi dalam jangka panjang, cicil rumah jelas punya keuntungan jangka panjang karena dalam jangka waktu 10 tahun sampai 15 tahun mencicil, rumahnya akan menjadi hak milik kita secara sepenuhnya. Plus harganya hampir bisa dipastikan sudah naik saat cicilannya lunas.

Lalu bagaimana strategi dari yang awalnya sewa rumah bisa kemudia cicil rumah sendiri?

  1. Survey harga rumah dan perhitungan KPR-nya. Jangan kaget melihat harga rumah yang makin lama makin mahal, itu justru penguat motivasi untuk segera beli sebelum tambah mahal lagi. Biasanya untuk membeli rumah perlu uang muka 20% – 30% dari harga rumah, dan besarnya cicilan adalah 30% dari gaji.
  2. Latihan mencicil. Alokasikan 30% dari penghasilan khusus untuk rumah, anggap saja ini latihan mencicil rumah. Dari 30% tadi, seperempatnya sampai setengahnya bisa digunakan untuk sewa rumah. Dan sisanya masukkan ke dalam tabungan khusus untuk uang muka rumah.
  3. Dalam waktu 2 sampai 4 tahun, tabungan uang muka rumah insya Allah sudah cukup untuk membayar uang muka rumah dengan standar yang sesuai dengan kemampuan kita mencicil KPR yaitu 30% dari penghasilan.
  4. Setelah membayar uang muka rumah, maka 30% yang tadinya untuk sewa dan tabungan uang muka rumah sekarang dialihkan menjadi pembayaran cicilan KPR. Kita tidak akan berat lagi bayar cicilan KPR karena sudah terbiasa sejak 2-4 tahun sebelumnya mengalokasikan 30% dari penghasilan.

3 thoughts on “Cicil Rumah atau Sewa Saja?

  1. AHmad Fajar Septian

    Wah, begitu mau menabung buat bayar DP, harga rumah sudah semakin melambung, hasil tabungan sudah tidak bisa menjangkau DP lagi.

    Lalu bagaimana dengan para pegawai nomaden, Pak? Yang sepanjang karirnya berpindah dari satu kota ke kota lain se-Indonesia?
    baiknya sewa saja, atau menentukan membeli (cicil) satu rumah yang bisa jadi tidak pernah akan kita tempati?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'