Gozali's Blog

Inilah yang Sebetulnya Terjadi Pada Akuisisi Bank Muamalat

Akhir-akhir ini berdedar berita tak jelas, bahkan diantaranya menjurus pada hoax, terkait bank syariah pertama di Indonesia.

Asal-muasalnya adalah kebutuhan bank tersebut untuk menambah modalnya untuk menyehatkan kondisi keuangannya. Setelah beberapa kali ada berita penambahan saham yang belum jelas, muncul berita yang (seakan-akan) mengkonfirmasi telah terjadi pembelian saham oleh grup usaha tertentu.

Hoaxnya dimulai dari apakah telah terjadi transaksi? spekulasi berikutnya bermunculan yaitu siapa sesungguhnya pemilik perusahaan pengendali? hal ini sensitif karena bank syariah ini ditenggarai dibeli oleh pemilik non-muslim.

Agar tak mudah menjadi korban hoax, yuk kita pelajari beberapa istilah pasar modal dan memahami seutuhnya berita yang beredar dari media mainstream sekalipun.

Judul berita ini seakan-akan mengkonfirmasi telah terjadi akusisi atau pembelian saham, padahal kalau dibaca isi beritanya, ternyata tidak demikian.

Ada beberapa istilah yang perlu kita pelajari agar tidak salah mengambil kesimpulan dan malah dimanfaatkan untuk keuntungan pihak tertentu.

Right issue adalah penerbitan saham baru oleh perusahaan dengan tujuan untuk memperbesar permodalan perusahaan. Siapa yang akan membeli saham bari ini? terjawab di istilah berikutnya.

HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) artinya semua pemilik saham yang lama memiliki hak untuk memesan dan membeli saham tersebut sampai dengan jangka waktu tertentu. Sebelum jangka waktu berakhir, maka tidak bisa sembarangan orang membeli saham tersebut. Dalam kasus di atas, sayangnya berita tersebut tidak mencantumkan batas waktu tersebut.

Standby buyer atau pembelia siaga adalah pihak yang sepakat akan membeli saham tersebut jika pemegang saham tidak menggunakan haknya untuk memesan saham tambahan.

Dari ketiga istilah tersebut dapat kita simpulkan bahwa Bank Muamalat belum diakusisi oleh siapapun. Langkah yang sekarang dilakukan adalah proses penerbitan saham baru yang ditawarkan hanya kepada pemegang saham yang lama, dan baru akan dijual pada pihak lain yaitu pembeli siaga jika ada saham baru yang tidak dibeli oleh pemilik lama.

Jadi, spekulasi tentang siapa di belakang pembeli siaga masih terlalu prematur untuk dibahas, karena belum tentu akan terjadi transaksi. Kalaupun terjadi pembelian oleh pembeli siaga, belum tentu mencapai 51% (mayoritas) karena posisi itu hanya akan terjadi jika tidak ada sama sekali pemilik lama yang membeli saham baru.

Apalagi jika spekulasi ini dilanjutkan dengan apakah Bank Muamalat akan tetap menjadi bank syariah jika dibeli oleh si X yang bukan muslim. Hal ini masih terlalu jauh karena belum tentu dibeli, belum tentu disetujui oleh OJK, dan belum tentu juga si X yang beli.

Diantara sekaian banyak pesan berantai di grup WA, muncul pula beragam kesimpulan. Ada yang menyimpulkan ini adalah gerakan grup usaha tertentu untuk menggolkan proyek properti tertentu, ada yang mengajak untuk membeli saham BMI dalam rangka menyelematkan, dan lain sebagainya.

Ajakan untuk membeli memang mulia tujuannya, tapi emangnya kita ditawarin?

Kesimpulan bahwa ini akan dipakai untuk proyek properti kontroversial juga tidak membantu, malah membuat sebagian nasabah ingin menarik dananya.

Jadi apa yang harus kita lakukan? sebagai nasabah, wait and see saja. Belum ada efek apa-apa saat ini dari sisi kepemilikan dan kebijakan perusahaan.

Sebagai stake holder masyarakat yang ingin bank syariah maju, dukunglah dengan tidak membuat issue yang malah membuat bank ini ditinggalkan nasabahnya.

Yang jelas, sejak issue ini berhembus, dan mungkin juga turut andil WA kita sendiri yang ikut menyebarkannya, saham PADI sebagai pembeli siaga sudah naik lebih dari 2x lipat. Dan diantara pesan yang masuk, ada nasabah yang sudah menarik dananya. Ternyata, menyebar berita tidak jelas dan hoax sama sekali tidak selaras denga niat kita membesarkan bank syariah.

Lebih bijak sikapi berita, lebih arif mengambil kesimpulan, dan terus belajar.

Ahmad Gozali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'