Gozali's Blog

“Menabung adalah cara paling lambat untuk kaya. Tidak menabung adalah cara paling efektif untuk tetap miskin”

Saat saya posting kalimat di atas di status twitter dan facebook, ada beragam komentar yang masuk. Ada yang kebingungan, ada yang berkomentar untuk menabung emas saja agar lebih cepat, ada yang bertanya bagaimana caranya biar cepat kaya, dan ada juga yang malah salah menangkap maksudnya saya dengan berkomentar “kalau begitu di tengah-tengah saja” dan “jadi dilema”.

 

Menabung adalah cara paling lambat untuk kaya.

Maksud saya adalah menabung atau menyisihkan uang dan menyimpannya di rekening tabungan adalah cara paling lambat untuk kaya. Kenapa saya sebut lambat? karena menyimpan dana di tabugan (dan instrumen likuid lainnya) memberikan hasil atau return yang sangat kecil. Bahkan lebih kecil dari inflasi.

Walaupun di atas kertas memiliki nilai rupiah yang lebih tinggi dalam beberapa tahun. Tapi kalau dilihat dari daya belinya mungkin malah merosot. Maka ini saya sebut dengan cara yang lambar untuk kaya.

Tapi apakah itu berarti saya tidak menyarankan tabungan? Tentunya tidak. Karena kita masih tetap memerlukan tabungan. Tapi tujuannya bukan untuk menambah kekayaan, tapi untuk berjaga-jaga dalam kondisi darurat dan sebagainya. Karena tabungan fungsinya sangat likuid, maka cocok untuk dijadikan sebagai cadangan.

Lalu bagaimana caranya agar bisa lebih cepat kaya? Bisa menabung rutin saja tidak cukup, tapi harus dikembangkan lagi dengan produk investasi yang lain dengan keuntungan yang lebih tinggi.

 

Tidak menabung adalah cara paling efektif untuk tetap miskin.

Yang saya maksud dengan pernyataan ini adalah jika tidak memiliki tabungan, maka risiko untuk jatuh miskin akan sangat besar. Karena tidak ada tabungan artinya menjadi sangat rentan terhadap risiko keuangan. Kadang ada pengeluaran tambahan yang harus dikeluarkan, entah itu karena sakit, ada yang pinjam uang, dan sebagainya. Di sini lah tabungan berperan.

Karena jika tidak punya tabungan, maka yang terjadi adalah pengeluaran darurat tadi harus ditanggulangi dengan cara berhutang. Dengan berhutang, masalah saat itu selesai, sementara. Sedangkan di bulan depannya, pengeluaran akan lebih besar lagi karena harus membayar kembali hutang tersebut.

Bagaimana kalau investasi saja tanpa perlu menabung? Biasa sih investasinya akan gagal. Karena punya investasi tapi tidak punya tabungan artinya kita akan mengorbankan investasi dijual rugi atau berhutang seperti di atas. Dan jika tidak terbiasa menabung, maka sulit juga bisa investasi secara rutin. Tidak menabung, sulit berinvestasi, tetap miskn.

 

Maka yang saya maksudkan dengan kalimat pada judul di atas adalah. Menabunglah, tapi jangan puas hanya dengan menabung saja karena itu belum cukup untuk membuat Anda kaya.

One thought on ““Menabung adalah cara paling lambat untuk kaya. Tidak menabung adalah cara paling efektif untuk tetap miskin”

  1. Hendi Setiyanto

    Kalau buat saya menabung itu untuk pertama :
    1.Sebagai dana darurat ketika butuh dana yang mendesak,karena gampang untuk dicairkan.
    2.Sebagai sarana untuk pembayaran,misal iuran rutin bulanan BPJS,belanja online,transfer dll.
    3.Biarpun pemasukan saya sedikit tapi saya buat 2 rekening tabungan,yang 1 bank konvensional & yang 1 nya lagi di lembaga keuangan syariah.
    4.Ngarepnya sih sebagai investasi tapi kalau di bank konvensional banyak sekali biaya2 administrasi bulanannya jadi ya mau nggak mau harus rela kena potong tiap bulan.
    5.Nah kalau di lembaga keuangan syariah bagi hasilnya lumayan sih,tapi memang benar apa kata Bapak,bahwa tabungan tidak bisa diandalkan untuk dijadikan sebagai salah 1 instrumen investasi.

    Menurut saya seperti itu fungsi tabungan untuk diri saya sendiri saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'