Gozali's Blog

Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

 

Jika orang tua ingin menyiapkan dana pendidikan untuk anak, apa yang pertama kali terfikir? Rata-rata orang tua sekarang akan berfikir “asuransi” sebagai kata pertama yang difikirkan ketika membahas dana pendidikan untuk anak-anaknya. Karena yang asuransi menjadi top of mind saat menyiapkan dana pendidikan untuk anak, yang kemudian dilakukan adalah menghubungi agen asuransi.

Lalu apa yang dilakukan agen asuransi? Bertanya bisa bayar premi berapa per bulannya? Dibuatkanlah polis asuransi sesuai dengan kemampuan kita membayar polis per bulan. Dan pada saatnya anak memerlukan dana untuk pendidikannya, apakah dananya cukup memadai? Tak jelas, karena tidak betul-betul diperhitungkan dengan baik.

Jangan salahkan agen asuransinya atau produknya, tapi kita harus memperbaiki urutan logika dalam menyiapkan dana pendidikan anak.

Apa yang sebetulnya anak perlukan untuk pendidikannya? Asuransi atau dana pendidikan? Benar sekali, yang anak perlukan adalah “dana pendidikan”, dana untuk membiayai pendidikannya, bukan asuransinya. Jadi asuransinya gak perlu? Eit, tunggu dulu. Yuk kita bahas lebih detail lagi.

Pendidikan pasti memerlukan biaya, yang seharusnya kita siapkan adalah biaya yang diperlukan oleh anak-anak kita saat diperlukan kelak. Untuk itu, langkah pertama dalam merencanakan dana pendidikan anak adalah dengan membuat rencana pendidikannya terlebih dahulu.

Anak mau sekolah dimana dan kapan, dari situ kita bisa membuat perkiraan berapa biaya yang diperlukan. Kalau perkiraan dananya sudah ada, barulah kita menghitung berapa dana yang perlu diinvestasikan setiap bulannya dan bagaimana caranya.

Anda bisa bertanya pada bankir, agen asuransi, manajer investasi atau konsultasn perencana keuangan untuk dibuatkan perhitungannya dan mempertimbangkan pilihan produk investasinya. Tidak perlu terpaku pada hanya 1 produk saja, tapi terbukalah untuk berbagai kemungkinan dengan plus dan minusnya.

Sedikit bocoran ya, cara menghitung dana pendidikan yang diperlukan dengan hitungan sederhana. Jika anak berusia 0 tahun, artinya masih dalam kandungan atau masih bayi. Maka dana pendidikan yang diperlukan kelak adalah 2x lipat dari dana pendidikan SD sekarang, 4x lipat dari dana SMP sekarang, 6x lipat dari dana SMA sekarang, dan 8x lipat dari dana kuliah sekarang.

Artinya, kita harus tahu dulu dimana anak akan bersekolah dan berapa biayanya sekarang, lalu kita kalikan dengan rumus di atas. Dari situ kita bisa mendapatkan kebutuhan dana yang akan diperlukannya kelak.

Dana pendidikan bisa disiapkan dengan emas, reksadana, asuransi unitlink, property, saham, dan lain sebagainya. Tentu setiap produk punya kelebihan dan kekurangan, serta strategi yang berbeda-beda.

Kalau langkah kita sudah benar, dimulai dengan membuat rencana pendidikan anak terlebih dahulu. Dari situ lalu membuat perkiraan dana yang diperlukan, maka kita bisa menghitung dengan lebih tepat berapa yang harus diinvestasikan dari sekarang. Dan produk apa yang paling cocok dengan kebutuhannya, cocok dengan kondisi keuangan sekarang, dan cocok dengan profil risiko kita sendiri. Sehingga saat dananya diperlukan, nantinya bisa tersedia sesuai dengan jumlah yang diperlukan.

Investasi memang perlu dikawal dengan asuransi. Karena kita tidak pernah tahu kapan akan dipanggil oleh-Nya. Maka kita siapkan rencana cadangan berupa asuransi. Agar saat kita dipanggil padahal dana pendidikan belum terkumpul, ada santunan asuransi yang menggantikan setoran investaisnya. Di sinilah peran asuransi sebagai cadangan, bukan rencana utama. Rencana utama tetap investasi, dengan backup asuransi.

Selamat berhitung, membuat rencana investasi dan memilih asuransi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'