Gozali's Blog

Muhasabah Finansial Akhir Tahun

Apakah kita termasuk yang beruntung, merugi, atau celaka secara finansial?

Berdasarkan hadist Rasulullah SAW, orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Jika hari ini sama saja seperti kemarin, maka ia disebut orang yang merugi. Bahkan jika hari ini lebih buruk dari kemarin, disebut sebagai orang yang celaka.

Momentum akhir tahun ini bisa kita gunakan untuk melakukan evaluasi diri secara finansial. Apakah termasuk orang yang beruntung, merugi, atau bahkan celaka?

  1. Penghasilan

    Coba hitung total penghasilan sejak Januari sampai desember 2016 ini, lalu bandingkan dengan penghasilan selama tahun 2015 yang lalu. Apakah penghasilan kita meningkat, tetap segitu saja, atau malah menurun?

    Selain penghasilan rutin, hitung juga penghasilan yang tidak rutin diterima setiap bulannya. Oleh karena itu lebih tepat untuk menghitung penghasilan ini sebaiknya dilakukan tahunan, bukan bulanan.

  2. Saving ratio

    Penghasilan meningkat saja belum cukup, coba cek lagi apakah saving rasio ikut meningkat, tetap jalan di tempat atau malah turun?

    Saving rasio adalah perbandingkan antara jumlah saving (setorang tabungan/investasi) dengan penghasilan. Jika penghasilan 240 juta setahun dan bisa saving 24 juta setahun, itu artinya saving rasio sebesar 10%. Sebaiknya perhitungannya juga dilakukan per tahun karena mungkin nilai penghasilan dan saving tidak sama setiap bulannya.

    Kalau penghasilan naik dan saving rasio tetap, itu artinya kenaikan penghasilan hanya dipakai untuk yang konsumtif. Kalau penghasilan naik tapi saving rasio malah turun, itu artinya pengeluaran konsumtif naik lebih tinggi daripada penghasilan. Idealnya adalah, saving rasio ikut naik sesuai dengan kenaikan penghasilannya.

  3. Investment growth

    Anda kerja keras, tapi apakah asetnya juga ikut kerja keras? Atau jangan-jangan Anda kerja keras, tapi asetnya malah nganggur begitu saja. Untuk mengukurnya, coba hitung keuntungan investasi dalam setahun. Jika investasinya berupa reksadana, atau unitlink, bisa dilihat dari laporan bulanan/tahunan. Jika investasinya berupa saham atau emas, bisa dihitung nilai nominalnya tahun ini dibandingkan tahun lalu. Jika investasinya berupa properti, yang dihitung adalah kenaikan nilai jual dan nilai sewa properti tersebut.

    Jika saving rasio naik tapi investment growth tidak naik, itu seperti kita terus menanam pohon baru, tapi hasil panennya tidak bertambah.

  4. Kekayaan bersih

    Cara menghitung kekayaan bersih adalah dengan menghitung total harta dikurangi dengan total hutang. Total harta termasuk di dalamnya jumlah tabungan, emas, saham, reksadana, kendaraan, properti, dan lain sebagainya yang bernilai. Lalu kurangi dengan semua sisa hutang yang masih dimiliki seperti sisa pembayaran KPR, sisa hutang kendaraan, dan semua hutang lainnya. Bandingkan kekayaan bersih tahun ini dengan kekayaan bersih tahun lalu. Naik, tetap, atau turun?

    Jika poin 1 sampai 3 naik, tapi kekayaan bersih malah turun. Itu artinya Anda menambah hutang lebih banyak daripada menambah penghasillan dan investasi. Itu seperti menanam lebih banyak, panen lebih banyak, tapi panennya malah busuk tidak bisa dimanfaatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'