Gozali's Blog

Pakailah Kacamata Kuda

Dia kan anaknya sedikit.

Dia sih enak, pas pensiun anaknya udah besar-besar.

Ah, kalau gaji udah sebesar itu sih bisa lah.

Pantes aja, dia kan anak orang kaya.

Kira-kira ungkapan seperti itulah yang sering kali diucapkan sebagai alasan ketika membandingkan kesuksesan finansial seseorang dengan diri kita sendiri. Berbagai indikator positif maupun negatif orang lain akan lebih mudah kita lihat, dan kita jadikan sebagai alasan ketika harus membandingkan dengan diri kita sendiri.

Itulah kenapa ada satu prinsip yang selalu saya tekankan dalam masalah keuangan pribadi, terlebih lagi pada setiap peserta pelatihan sebelum mereka mulai menuliskan cashflow mereka di kelas. Dalam masalah keuangan, “gunakan kacamata kuda”, kalimat itu selalu saya ulang pada mereka.

Kenapa kita menggunakan kaca mata kuda? apa maksudnya ?

Dalam pelatihan, dimana saya meminta setiap pasangan untuk menuliskan kondisi keuangan mereka. Mulai dari cashflow, neraca, asuransi, dan tujuan keuangan mereka. Tentu akan akan tercipta kondisi tidak nyaman dimana setiap peserta merasa canggung harus membuka “isi dompet” mereka di hadapan rekan-rekan kerja mereka sendiri. Maka kaca mata kuda disini maksudnya adalah tidak perlu tengok kanan-kiri, cukup lihat lembar kerja Anda sendiri saja.

Namun sebetulnya kaca mata kuda bermakna lebih dalam dari itu. Maksud saya adalah… ketika melihat kesuskesan seseorang, tidak perlu kita mencari-cari sebab atau alasan yang dimiliki oleh orang tersebut dan tidak kita miliki. Hanya untuk menunjukkan bahwa wajar saja dia berhasil dan saya tidak, karena dia punya itu dan saya tidak. Mulai dari besarnya gaji, banyaknya tanggungan nafkah, usia anak ketika pensiun, faktor warisan, dan sebagainya. Karena itu sama sekali bukan alasan kenapa kita tidak sukses.

Oleh karena itu, dalam urusan keuangan, pakailah kaca mata kuda. Tidak perlu tengok kanan kiri. Tidak perlu cari-cari alasan ini-itu. Masalah keuangan adalah antara diri kita, dan masa depan kita. Fokus lah pada diri kita, dan masa depan kita, seperti kuda yang hanya bisa melihat ke depan.

Tidak perlu juga kita kasak-kusuk cari-cari tahu bagaimana “isi kantong” orang lain. Apalagi sampai menggunjingkannya. Si ini beli mobil baru, si itu renovasi rumah, dan lainnya. Hal itu hanya akan membuang-buang waktu dan sama sekali tidak ada kebaikan pada diri kita sendiri. Ingat, pakailah kaca mata kuda. Agar kita bisa fokus pada pencapaian masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'