Gozali's Blog

Perbedaan Unitlink dan Reksadana

Pagi ini ada yang bertanya apa bedanya produk “X” yang dibayar selama 10 tahun dengan reksadana yang sebelumnya saya sering sebut dalam timeline. Kebetulan produk “X” yang disebut itu adalah sebuah unitlink. Untuk lebih jelasnya, saya kutip tweet saya tadi siang. Dan penjelasannya agar tidak bingung dengan keterbatasan 140 karakter twitter.

Perbedaan Reksadana dan Unitlink: 1.Unitlink adlh produk ASURANSI dgn tambahan fitur investasi. Sedangkan RD adlh produk khusus INVESTASI.

Artinya, kalau beli unitlink maka kita beli asuransi dan investasi secara sekaligus. Produk utamanya adalah asuransi, jadi tidak bisa invest di unitlink tanpa beli asuransinya. Sedangkan reksadana adalah produk asuransi saja, tidak ada unsur asuransinya. Asuransinya harus dibeli terpisah, jika diperlukan.

2. Unitlink dikeluarkan oleh perusahaan asuransi. Reksadana dikeluarkan oleh perusahaan Manajemen Aset. Nama perusahaannya beda.

Perusahaan yang menjual asuransi biasanya mengandung nama “Life” atau “Financial”, misalnya PT X Life, atau PT X Financial. Sedangkan perusahaan yang menerbitkan reksadana biasanya ada nama “Asset Management” atau “Manajemen Aset” di belakangnya. Misalnya PT X Asset Management atau PT X Manajemen Aset.
Maaf ya, saya sebut merek agar lebih jelas. Misalnya BNI Life menerbitkan produk unitlink, BNI Asset Management menerbitkan reksadana, dan keduanya adalah anak perusahaan dari Bank BNI. Bank, Life, dan Asset Management adalah 3 perusahaan yang berbeda (satu grup) dan punya produk yang berbeda.

3. Faktor biaya di unitlink sekitar 200% dari premi tahunan + biaya asuransi (premi asuransi murni) + biaya investasi 5%. Sedangkan RD…

Tweet yang ini banyak tanya, kok bisa biayanya 200%…? Maksud saya adalah biayanya 200% dari premi tahunan selama 10 tahun pembayaran premi. Karena serial tweet ini untuk menjawab pertanyaan salah seorang follower dimana kasusnya adalah beliau membayar premi selama 10 tahun.
Misalnya, premi dibayarkan Rp 6.000.000 setiap tahun. Total biaya akuisisinya sekitar Rp 12.000.000 selama 10 tahun tersebut. Saya sebut total karena biayanya dipotong di 3-5 tahun pertama dengan komposisi yang berbeda-beda (tergantung produknya) yang jika dijumlahkan menjadi setara dengan premi selama 2 tahun.
Biaya asuransi adalah biaya yang dibayarkan sebagai premi asuransi murni tergantung dari jenis asuransi yang diambil. Yang utama adalah asuransi jiwa, tambahannya bisa asuransi kesehatan, penyakit kritis, dll.
Dan biaya investasi ini adalah selisih antara harga unit investasi ketika dibeli dan dijual.
Untuk lebih jelasnya, baca polis masing-masing ya 🙂

Sedangkan RD biayanya saat beli (0- 2%), biaya tahunan (1%-2,5%), biaya jual (0-2%). Beda jauh kan?

Nah, biaya pada RD adalah biaya pembelian yang besarnya bervariasi sekitar 0% – 2% dari setoran investasi. Biaya manajemen dipotong setiap tahun sebesar 1% – 2,5% dari nilai aset yang dikelola (kita akan mendapatkan nilai aktiva bersih yang sudah dipotong biaya tersebut), dan kalau dijual ada biaya yang bervariasi juga sekitar 0% sampai 2%.

 

4. Premi unitlink dibayar rutin selama jk waktu tertentu, plus bisa topup kapan saja. RD bisa dibeli kapan saja & dijual kapan saja.

 

Pembayaran premi unitlink dibuat terencana apakah itu sekali bayar saja di awal, atau dalam jangka waktu 10 tahun misalnya. Sudah ditentukan jumlah premi yang harus dibayarkan. Walaupun bisa saja menambah sewaktu-waktu, atau tidak membayar jika saldo investasinya cukup untuk membayar premi asuransinya.

Kalau reksadana bebas bisa beli kapan saja dan jual kapan saja. Bisa juga kita tambahkan rutin setiap bulan. Bebas.

 

5.Unitlink dijual via agen asuransi perorangan, makanya bisa lbh populer. RD dijual oleh penerbitnya atau via agen penjual bank & sekuritas.

 

Nah, unitlink lebih populer dibanding reksadana karena dipasarkan oleh agen asuransi secara personal. Tersebar dimana saja, karena tidak perlu kantor. Sedangkan reksadana masih banyak yang belum tahu karena dipasarkan hanya oleh perusahaan aset manajemen itu sendiri, atau melalaui agen penjual yaitu bank dan perusahaan asuransi.

Kembali ke contoh di atas, Bank BNI (hanya contoh saja) bisa menjual reksadana yang diterbitkan oleh BNI Asset Management, dan bisa juga menjual unitlink dari BNI Life. Tapi ingat, bank hanya sebagai agen penjual saja. Selain di bank, BNI Securites (ini perusahaan sekuritas) juga bisa menjual reksadana jika sudah punya izin untuk itu.

Jadi ada 4 perusahaan yang berbeda: Bank, perusahaan asuransi (Life), perusahaan manajemen investasi (Asset Management), perusahaan sekuritas (Securities) yang punya produk masing-masing namun bisa menjadi agen penjual untuk yang lainnya. RD yang dijual di bank tidak terpengaruh dengan bangkrutnya bank. Dan sebaliknya, reksadananya merugi pun tidak mempengaruhi banknya.

 

Serial tweet di atas hanya untuk membandingkan saja antara unitlink dan reksadana, keputusan tetap di tangan Anda masing-masing. Tentu saja reksadana bukan apple dan unitlink juga bukan apple sehingga tidak bisa dibandingkan apple to apple. Masing-masing punya fungsi yang berbeda. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi, atau tanya perencana keuangan masing-masing ya 😉

 

 

2 thoughts on “Perbedaan Unitlink dan Reksadana

  1. Yanto

    Pak Gozali, saya ingin beli asuransi kesehatan untuk keluarga. Inginnya yg tradisional. Tapi yg tradisional saya perhatikan usia maksimum nya terbatas (paling banter 60 atau 65 thn). Sedangkan unit link ada yg 70, 75 bahkan 90 & 99 tahun. Sehingga saya kuatir kalau beli yang tradisional. Bagaimana kalau nanti usia saya sdh tidak dicover lagi.
    Bagaimana menurut Bapak?

    Yang kedua, berapa sebaiknya plafon yang diambil karena kecenderungan harga kamar akan terus meningkat. Apakah kita harus naikan sesuai berjalannya waktu?

    Terima kasih.

    1. gozali Post author

      Setiap produk akan memiliki plus minusnya sendiri. Unit link mungkin bisa memberikan perlindungan kesehatan usia yang lebih panjang dibandingkan dengan asuransi kesehatan lainnya, tapi tentu dengan konsekuensi biaya yang berbeda.
      Normalnya, untuk usia lanjut memang risiko kesehatannya sangat tinggi sehingga asuransi jenis apapun juga pasti akan menerapkan biaya yang tinggi. Baca baik-baik ketentuan polisnya agar tidak menyesal di kemudian hari.
      Untuk pemilihan plafon juga baiknya dipertimbangkan agar sesuai dengan kenyamanan dan kemampuan bayar preminya.

      Untuk saat ini, BPJS Kesehatan masih pilihan terbaik untuk mendapatkan jaminan kesehatan untuk usia lanjut karena iurannya flat tanpa mempertimbangkan usia dan cakupan perlindungannya yang sangat luas. Pelayanan mungkin masih menjadi kendala, maka silakan ditambahkan dengana asuransi lainnya jika diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'