Gozali's Blog

Persiapan Keuangan Menuju Pelaminan

 

“Aisyahnya sih ada, tapi maisyahnya belum” adalah alasan klasik yang sering diungkapkan para bujang ketika ditanya tentang rencana pernikahannya. Bayangan besarnya biaya resepsi sering bikin ciut mereka yang sudah siap menikah. Padahal yang namanya biaya resepsi masih bisa negosiasi bahkan patungan. Justru yang prioritas adalah biaya hidup sesudah menikah, harus bisa mandiri menghidupi sang bidadari. Kalau sudah mampu hidup layak bersanding dengan permaisuri hati, maka sudah saatnya menyegerakan pernikahan, jangan ditunda lagi.

Nah sekarang tidak ada salahnya kita buat hitung-hitungan, apa saja dan seberapa besar biaya resepsi yang diperlukan untuk merayakan pernikahan.

Biaya yang harus diperhitungan pertama adalah biaya konsumsi. Menurut konsultan wedding organizer, ini adalah pos paling besar dalam resepsi pernikahan. Bisa mencapai 50% dari total anggaran. Kalau sudah bisa menghitung biaya ini, maka kita bisa perkiraan total biayanya dengan mudah.

Misalnya untuk resepsi yang diadakan di rumah, diperkirakan biaya untuk konsumsi sebesar Rp25jt, maka total biayanya berkisar Rp50juta. Ingat ya, angka ini Cuma contoh saja. Pada kenyataannya, sangat tergantung dari daerah, kultur, dan jumlah undangannya.

Jika diadakan di gedung, menghitungnya bisa jauh lebih mudah lagi. Biaya konsumsi adalah harga katering per porsi dikali 85% x 2 x jumlah undangan. 85% adalah tingkat kehadiran undangan, kita asumsikan saja undangan yang hadir 85% dan dikali 2 karena biasanya undangan itu untuk pasangan suami-istri. Kalau mau memperkirakan total biaya, dikalikan lagi dengan angka 2.

Selain biaya resepsi, biaya yang seringkali besar dan tidak terduga adalah untuk pengadaan seragam keluarga. Jangan sepelekan urusan ini ya, karena biaya ini sering membengkak karena perasaan tidak enak. Yang awalnya direncanakan hanya keluarga inti yang pakai seragam, bisa jadi 10 orang ditambah keluarga besar. Bahkan bisa menjadi puluhan setel seragam karena kalau satu sepupu dihitung, kasian sepupu yang lain. Satu saudara di hitung, merasa tidak enak dengan saudara yang lain. Dan jangan lupa, khusus untuk perempuan, kadang biayanya masih ditambah lagi dengan biaya make-up yang dihitung per kepala oleh pihak salon.

Biaya yang relatif biasanya tidak terlalu besar, tapi justru paling utama adalah untuk mahar. Khusus untuk biaya mahar, sebaiknya dari kantong sang calon suami sendiri. Karena mahar ini adalah pemberian khusus untuk menghalalkan sang pujaan hati, maka sebaiknya ditanya dulu apa maunya, dan diusahakan dari kantong pribadi.

Secara umum, biaya resepsi kita bagi 3. Biaya yang pasti ada, biaya pilihan, dan biaya yang bisa dinihilkan. Biaya yang pasti ada adalah untuk konsumsi, dekorasi & pelaminan, mahar, dan administrasi KUA. Biaya pilihan seperti sewa gedung, fotografi, sewa alat hiburan, transportasi dan akomodasi. Sedangkan biaya yang ketiga kadang dibayar tunai, tapi kadang juga bisa dinihilkan atau digratiskan karena menggunakan jasa teman atau saudara seperti MC, khutbah nikah dan hiburan.

Ingat, tujuan mengadakan resepsi pernikahan adalah sebagai sarana untuk memperkenalkan para pengantin, dan sebagai wujud syukur atas terselenggaranya pernikahan. Selama niat ini dijaga, insya Allah biayanya menjadi mudah karena menikah adalah salah satu sebab dibukanya pintu rezeki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'