Gozali's Blog

Reksadana Syariah Global kalahkan Reksadana Syariah Lokal di 2017

 

Reksadana memang belum sepopuler produk investasi lainnya, tapi investor yang sudah melek teknologi tentu sudah tau apa itu reksadana dan bagaimana berinvestasi di reksadana. Tapi kalaupun belum ada baiknya lihat video ini Investasi di Reksadana sebelum melanjutkan pembahasan selanjutnya.

Diantara berbagai tipe reksadana, ada genre reksadana Syariah terbaru yaitu Reksadana Syariah Global. Sesuai dengan namanya, reksadana ini sesuai Syariah karena hanya berinvestasi pada portfolio Syariah. Bedanya dengan reksadana Syariah biasa adalah kata “global” yang artinya reksadana ini menginvestasikan dananya pada efek di luar negeri seperti saham di bursa Amerika dan lainnya.

Walaupun baru diluncurkan awal – pertengahan 2016 lalu, kinerjanya cukup menggembirakan sepanjang tahun 2017. Jika dihitung sejak Januari sampai dengan Desember 2017, Reksadana Syariah Global mengalami kenaikan nilai sampai 25,19%. Dibandingkan dengan sepupunya di dalam negeri yaitu Reksadana Syariah Saham, yang tertinggin di tahun ini hanya mencatatat kenaikan 20,99% saja.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini daftar Reksadana Syariah Global dan kenaikan nilai aktiva bersih per unit terbaik di tahun 2017:

Reksadana Syariah Global

1YR

Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS

25,19%

Schoroeder Global Sharia Equity Fund

16,90%

Mandiri Global Sharia Equity Dollar

15,37%

BNP Paribas Cakra Syariah

13,88%

 

Sedangkan untuk reksadana saham Syariah, yang menginvestasikan dananya dalam bentuk saham di dalam negeri (Bursa Efek Indonesia), tercatat 10 terbaik sepanjang 2017 adalah sebagai berikut:

Reksadana Saham Syariah

1YR

Sucorinvest Sharia Equity Fund

20,99%

MNC Dana Syariah Ekuitas

9,46%

Danareksa Indeks Syariah

8,69%

HPAM Syariah Ekuitas

6,16%

BNP Paribas Pesona Syariah

5,85%

Batavia Dana Saham Syariah

5,77%

Pratama Syariah

5,47%

TRIM Syariah Saham

5,30%

PNM Ekuitas Syariah

4,86%

Maybank Syariah Equity

3,69%

 

Karena portfolio investasinya berupa efek di luar negeri, Reksadana Syariah Global divaluasi dalam mata uang USD. Hal ini akan cocok bagi investor yang ingin berinvestasi dalam mata uang USD daripada hanya mengendap saja di bank yang hanya memberikan return tidak lebih dari 2% saja untuk deposito USD.

Ini juga berarti ada potensi keuntungan kedua bagi investor selain kenaikan NAB per unit, yaitu penguatan USD terhadap IDR. Karena investasinya dalam USD, tentu akan menarik bagi investor jika USD menguat sehingga ketika ditukar akan mendapatkan IDR yang lebih banyak.

Di balik keuntungan tersebut, tentu saja ada risiko kerugian yang menyertai. Sebagaimana investasi pada reksadana lainnya, kinerjanya bisa positif maupun negatif tergantung dari kelihaian manajer investasinya dalam mengelola dana investor yang terkumpul dalam dapur reksadananya. Dan jika USD melemah, tentunya nilainya dalam IDR menjadi berkurang juga. Pertimbangkan hal ini sebelum berinvestasi.

Hanya ada satu hal yang disayangkan mengenai Reksadana Syariah Global ini, yaitu produknya tidak didesain untuk investor ritel. Bagaimana tidak, minimal investasi awalnya sebesar 10.000 USD yang tentu saja tidak untuk yang kantongnya berisi recehan seperti investor reksadana ritel pada umumnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'