Gozali's Blog

Saat Joko Tarub Mengelola Uang

Dalam salah satu legenda jawa, dikenal nama Joko Tarub yang beristrikan seorang bidadari. Alkisah, Joko Tarub menyembunyikan selendang salah seorang bidadari yang sedang mandi di bumi. Akibatnya, bidadari ini tak bisa terbang pulang dan terpaksa tinggal di bumi dan menikah dengan Jaka Tarub.

Walaupun sudah tak bisa terbang, rupanya bidadari masih memiliki kesaktian yang tidak dimiliki penduduk bumi. Salah satunya adalah ia bisa menanak nasi hanya dengan sebutir beras saja. Tapi dengan satu syarat, jangan dibuka sebelum matang.

Tapi yang namanya manusia, punya rasa penasaran, bagaimana caranya sebutir beras bisa menjadi seperiuk nasi. Maka suatu hari, Joko Tarub melanggar larangan dengan mengintip beras yang sedang dimasak. Maka setelah itu, kesaktian itu pun tak lagi berlaku. Tak bisa lagi masak seperiuk nasi dari sebutir beras.

Akibatnya, setelah itu mereka harus masak nasi seperti orang pada umumnya. Persediaan beras pun menjadi lebih cepat habis dari biasanya. Singkat cerita, sang Istri menemukan selendangnya yang disembunyikan Joko Tarub di lumbung padi yang stoknya menipis karena harus masak nasi seperti biasa.

Salah satu pelajaran yang “salah diambil” dari legenda ini adalah lelaki jangan ikut campur dengan urusan dapur. Suami cukup kasi nafkah, bagaimana caranya bisa cukup itu menjadi rahasia para Istri. Walaupun generasi saat ini sudah tak lagi mengenal Joko Tarub, namun rupanya pelajaran dari legenda ini diteruskan dan dicontohkan oleh orangtua.

Akibatnya kita bisa melihat sekarang para suami yang gagap urusan dapur. Tidak empati dengan harga cabai yang naik, tak ambil pusing dengan harga bawang yang meroket. Itu urusan para Istri, yang penting sudah dikasi uang belanja harus cukup bagaimanapun juga. Terhidang makanan di meja makan, bisa ngopi dan merokok tanpa dipusingkan urusan dapur.

Duhai para suami… istrimu bukanlah bidadari yang bisa menyulap sebutir beras menjadi nasi. Istrimu itu juga manusia yang hitungan tambah kurang kali baginya sama dengan para lelaki. Kalau ada harga yang naik, artinya harus ada belanja yang dikurangi atau diganti.

Yuk mulai tengok isi kulkas, isi dapur, dan isi daftar belanja para Istri. Jangan bebani mereka dengan kemampuan super para bidadari. Para suami juga tak perlu menyembunyikan slip gaji seperti Joko Tarub menyembunyikan selendang bidadari. Jangan khawatir, mereka tak akan terbang pergi walaupun tahu bagaimana kondisi keuangan kita yang sesungguhnya.

Karena rumah tangga dibangun bersama-sama. Dalam mendidik anak, mengurus rumah, dan juga mengelola keuangan. Tak perlu mengintip periuk nasi, tak perlu sembunyikan selendang lagi, buka-bukaan akan lebih nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'