Gozali's Blog

ST, SBR, ORI, SUKRI … apa bedanya?

Beberapa bulan lalu ada penawaran investasi melalui SBR004, nah minggu ini baca berita ada lagi penawaran ST002. Keduanya bicara tentang partisipasi dalam pembangunan, ikut serta dalam pembangunan negara. Kok jadi mirip ORI dan Sukri ya. Kalau ada penawaran ORI dan Sukri selalu bicara tentang pembangunan.

Memang apa sih hubungan antara pembangunan negara dengan investasi pada ORI, Sukri, SBR dan ST ini?

Lalu ada pula bedanya ORI, Sukri, SBR dan ST. Karena selain sama-sama bicara pembangunan, keempat instrumen investasi ini mengaku sangat aman dari risiko.

Memang betul, keempat jenis instrumen ini secara teori bebas risiko karena sama-sama diterbitkan oleh negara. Jadi, berinvestasi melalui SBR, ST, ORI maupun SUKRI bisa dibilang tidak akan rugi karena diterbitkan oleh negara. Buat apa negara menerbitkan instrumen investasi ini? Sebagaimana yang kita tahu negara perlu dana untuk pembangunan dan operasional, nah sumber dana negara adalah dari penerimaan pajak dan keuntungan BUMN.

Jika tidak cukup, maka negara menerbitkan surat utang atau surat berharga negara. Alias, negara ngutang, baik itu ke investor lokal maupun internasional. Investor institusi, maupun investor individu. Nah, kelompok ST, SBR, ORI, Sukri ini adalah bukti kita punya tagihan pada negara. Dengan kata lain kita ngutangin duit ke negara. Keren banget nggak sih?

Itulah juga sebabnya berinvestasi melalui keempat instrumen ini disebut ikut serta dalam pembangunan karena dana yang kita investasikan akan digunakan sebagai sarana belanja pembangunan oleh negara.

Lalu apa bedanya?

Nah, keempat instrumen ini bisa kita bedakan denngan dua kategori. Ada yang syariah, dan ada yang konvensional. Serta ada yang kuponnya ditentukan fixed di awal (fixed rate) dan ada juga yang imbal hasilnya mengambang (floating rate). ORI dan SBR adalah surat utang konvensional, sedangkan SUKRI dan ST adalah versi yang sesuai syariah. Kalau dilihat dari sudut pandang hasilnya, ORI dan Sukri bersifat fixed aset, sedangkan SBR (Saving Bond Retail) dan ST (Sukuk Tabungan) bersifat floating rate alias bisa naik-turun selama periode berjalan.

Jadi jelas ya, ORI adalah surat berharga negara dengan imbal hasil yang fixed. Sedangkan Sukri adalah kembarannya yang versi syariah.
SBR adalah surat berharga negara dengan imbal hasil yang floating, dan ST adalah kembarannya yang versi syariah.

Mau invest yang mana? tinggal pilih yang sesuai dengan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'