Gozali's Blog

Tukang Bubur

Ditulis ulang dari tweet @AhmadGozali tanggal 11 September 2014.

Mau cerita dikit ah, tentang #TukangBubur di depan rumah. Siapa tau bisa jadi inspirasi yg lagi bingung mau bisnis apa 🙂

Diantara penghuni kontrakan baru di depan rumah, ada pendatang baru yg berprofesi sebagai #TukangBubur. Awalnya gak konsisten jualan.

Kadang jualan, kadang nggak. Kadang gerobaknya gak ada yg berarti si #TukangBubur ini keliling ke tempat lain.

Beberapa minggu stlh tes pasar, si #TukangBubur sdh mulai stabil jualan tiap hari. Di depan kontrakannya, gak keliling lagi.

Rupanya cukup banyak tetangga yg jadi langganannya. Sekali beli bisa 2-5 porsi untuk sekeluarga. #TukangBubur

Yg menarik dari si #TukangBubur ini adlh dia rajin sekali solat berjamaah di mesjid. 5x sehari absen di mesjid tepat waktu.

Saya perhatikan ternyata dia cuma jualan dari jam 6 sampai jam 9 pagi. Selebihnya gak kemana-mana, gerobak #TukangBubur parkir aja.

Jadi seakan-akan hidup utk solat berjamaah di masjid. Dan mengisi waktu luangnya dgn menjadi #TukangBubur dari jam 6 sampai jam 9 pagi.

Kok bisa ya jualan 3 jam sehari aja? Cukup gak ya penghasilannya? Saya blm investigasi, tapi sdh punya sedikit bayangan. #TukangBubur

Dugaan sementara, #TukangBubur menjual 50-100 mangkok dlm waktu 3 jam itu. Dikali harga 8rb, omsetnya jadi 400-800rb/hari.

Krn dia tdk sewa tempat lagi utk jualan, #TukangBubur ini bisa ambil untung 50% dari omsetnya yaitu 200-400rb/hari.

200-400rb x 30 hari jadi 6-12jt/bln. Iya 30 hari sebulan, sabtu-minggu pun si #TukangBubur tetap jualan.

Dibandingkan dgn buruh pabrik yg kerja 8 jam x 6 hari seminggu, bawa pulang gaji 2jt. Penghasilan #TukangBubur jelas lbh besar.

Krn masaknya sblm subuh, dia bisa bangun utk tahajud juga. Subuh berjamaah gak pernah lewat, selesai jualan jam 9 bisa dhuha. #TukangBubur

Jadi emang gak aneh kalau ada #TukangBubur Naik Haji. Penghasilannya lumayan & punya banyak waktu utk ibadah, jalannya jadi mudah.

Tapi ibadah mmg bkn masalah punya waktu atau nggak sih. Tapi masalah punya kesungguhan atau nggak. Kita juga bisa spti #TukangBubur.

Kita juga harusnya malu sama #TukangBubur kalau kesibukan kita melenakan waktu solat, demi penghasilan yg gak seberapa dibanding dia.

Kerja berangkat jam 6 pagi pulang jam 9 malem, solat sering kelewat, tahajud msh ngantuk, dhuha terlalu sibuk. Malu aja sama #TukangBubur 🙁

3 thoughts on “Tukang Bubur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'