Gozali's Blog

Uang Suami, Uang Istri

 

Selama ini ada semboyan, terutama diyakini oleh para istri. “Uang istri, adalah uang istri. Tapi kalau uang suami, itu uang istri juga”. Apakah ini benar?

Dalam ekonomi rumah tangga Islam, memang benar bahwa uang istri adalah uang istri saja. Islam sangat mengakui dan menghormati kepemilikan harta oleh seorang istri, terlepas dari suaminya. Harta yang jelas dimiliki oleh seorang istri, tidak bisa dikuasai oleh suaminya.

Sekali lagi, ini berlaku pada harta yang jelas milik istri sendiri. Misalnya saja harta bawaan istri sebelum ia menikah dengan suaminya. Atau harta warisan yang diterima oleh seorang istri dari orangtuanya sendiri, ini juga hak mutlak milik dirinya sendiri. Begitu juga dengan mahar atau mas kawin yang diterima dari suaminya, maka itu miliknya sendiri. Dan juga hadiah yang telah diterima dari suaminya, itu juga menjadi miliknya, tidak bisa diminta kembali.

Para suami harus menghormati hak kepemilikan istrinya, tidak dikuasi menjadi asset bersama seperti yang berlaku dalam hukum perdata. Untuk para suami, prinsipnya sederhana saja. “Tidak boleh minta dari istri, tapi kalau diberi, jangan pernah ditolak”.

Tentu saja ini hanya berlaku untuk harta yang memang murni milik istri sendiri. Sedangkan harta yang diusahakan bersama, juga menjadi miliki bersama. Misalnya saja jika suami dan istri sama-sama membesarkan sebuah usaha di rumahnya, tentu ini adalah milik bersama karena diusahakan bersama pula.

Nah, sekarang bagaimana dengan harta suami? Apakah otomatis menjadi milik istri juga?

Saya tidak menemukan dasarnya kenapa harta suami secara otomatis juga menjadi milik istri. Yang benar adalah, bahwa suami wajib untuk memberikan nafkah kepada istrinya dan anak-anaknya. Artinya, suami harus mencukupi semua kebutuhan istrinya dan juga anak-anaknya, sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.

Tidak semua harta ataupun penghasilan suami menjadi hak bersama dengan istrinya. Tapi dari penghasilan dan harta suami tersebut, ia berkewajiban untuk memberikan nafkah kepada mereka. Seberapa besar? Dengan cara yang makruf (baik), tentu saja sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing yang berbeda kebutuhannya.

Bagaimana jika suami tidak memberikan nafkah yang layak sedangkan ia mampu? Sejarah mencatat bagaimana seorang istri curhat pada Nabi Muhammad SAW: Bahwasanya Hindun bintu ‘Itbah berkata,”Wahai Rasulullah sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir, dia tidak memberi nafkah yang cukup buat aku dan anak- anakku, kecuali aku harus mengambilnya sedangkan dia tidak tahu,” maka (Rasulullah) mengatakan,”ambillah apa yang cukup buatmu dan anak- anakmu dengan cara yang patut.” (HR.Bukhori 4945)

 

Rasulullah SAW sudah memberikan jawabannya, bahwa yang boleh diambil oleh seorang istri adalah apa yang menjadi hak ia sendiri dan anak-anaknya. Dalam konteks sekarang, uang belanja dan semua kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan dan pengasuhan untuk anak-anak. Dan tentu juga untuk kebutuhan pribadi istri sendiri.

Itu semua adalah batasan hak dan kewajiban suami istri dalam harta dan nafkah. Suami wajib memberi nafkah dan menghormati kepemilikan harta istrinya. Sebagaimana juga istri menghormati harta milik suaminya dan berhak untuk nafkah kebutuhannya pribadi.

Namun dalam kehidupan rumah tangga, dimana kita sudah berjanji setia untuk saling mencinta. Hak adalah batas maksimal yang kita minta. Dan kewajiban adalah batas minimal kita memberi. Karena cinta, seorang suami sah-sah saja membagi kepemilikan harta dengan istrinya. Dan karena cinta pula, tidak dilarang jika istri yang berpenghasilan ikut membantu keuangan keluarga.

 

87 thoughts on “Uang Suami, Uang Istri

  1. a.fathurrohman

    Ass.. Saya mau tanya, bagaimana ketika semasa menjalani rumah tangga saya sebgai seorang suami menyuruh istri saya memegang uang saya sbesar 9 juta, kemudian d tambah suang istri sebesar 2 juta.. Total 11 juta, Seiiring berjalan waktu uang itu habis terkikis d pakai berbagai keperluan rumah tangga uang tinggal sisa 2 juta, selanjutnya sya d kasih uang 23 jt oleh org tua saya, rencananya saya mau beli speda motor dg harga 25 jt, nah kurang nya saya pake uang yg sisa dua juta itu, saya bilang mau saya pake dulu buat nambahin beli mtor, stelah mtor d beli gk lama kemudian kami bercerai, kemudian istri saya menuntut saya untuk membayar uang yg 2 juta kepadanya, apakah wajib saya bayar uang itu??

  2. karisna

    Saya sudah menikah hampir 1 tahun,gajih suami spenuh nya sya yg pegang,tapi dari pas menikah mertua saya selalu ribut masalah uang yg diberikan suami saya,melihat suami saya sudah punya tanggungan,saya berpikir kalau ibu mertua saya memang tidak mau dikasih uang sdikit,dan gajih suami sya bisa dibilang pas pasan apa lagi membagi mertua sya aga sdikit kesal karna masih blm bisa mengerti kondisi anak nya yg menafkahi istri nya,

  3. Uchie

    Ass Wr Wb.
    Saya seorg istri dgn 1 anak, menikah 4tahun lalu. Suami saya seorg manager, saya hanya staf biasa. Suami saya memberi uang bulanan untuk kebutuhan dapur dan makan sehari2. Untuk hal kebutuhan anak, diluar bulanan tersebut. Yang mau saya tanyakan apakah
    1. Wajarkah untuk kebutuhan pribadi saya spt make up, kebutuhan sosial itu tanggungan saya pribadi???
    2. Wajarkah apabila istri menggunakan uang suami, lalu itu dihitung sebagai hutang dan harus membayar????

    Mohon masukannya
    Terima Kasih

  4. Uchie

    Ass Wr Wb.
    Saya seorg istri dgn 1 anak, menikah 4tahun lalu. Suami saya seorg manager, saya hanya staf biasa. Suami saya memberi uang bulanan untuk kebutuhan dapur dan makan sehari2. Untuk hal kebutuhan anak, diluar bulanan tersebut. Yang mau saya tanyakan apakah
    1. Wajarkah untuk kebutuhan pribadi saya spt make up, kebutuhan sosial itu tanggungan saya pribadi???
    2. Wajarkah apabila istri menggunakan uang suami, lalu itu dihitung sebagai hutang dan harus membayar????

    Mohon masukannya
    Terima Kasih

  5. iis

    Asslmkm..saya mau nanya, saya baru nikah 3 bln, selama ini suami tdk memberikan uang utk keperluan saya/uang jajan, hanya memberikn uang utk mkan saja itu pun harus diminta, padhal dia punya gaji yg lumayan besar, tp utk keperluan rumah seperti bayar listrik dsb suami yg tanggung, saya bingung apakah utk uang jajan saya harus minta, klo harus bgmna cara ngomong ny..
    Mhon bantuan penjelasannya terima kasih banyak

    1. gozali Post author

      Mungkin bu Iis dan suami masih belum terbiasa bicara terbuka mengenai hal keuangan karena masih pengantin baru.
      Bicarakan saja baik-baik bu mengenai kebutuhan pribadi maupun rumah tangga, tujuannya adalah agar tidak terjadi prasangka dan kecurigaan yang tidak perlu. Agar sama-sama enak dan bisa saling memahami kebutuhan masing-masing.
      Bisa dimulai dengan mengajak suami untuk merencanakan masa depan keuangan keluarga, misalnya membicarakan biaya melahirkan nantinya, biaya pendidikan anak, rencana pensiun dan sebagainya… tentunya perbincangan ini nantinya akan bermuara pada keuangan jangka pendek yaitu keuangan bulanan.

  6. nur hasanah

    saya suda menikah setahun , selama menikah saya tinggal dengan org tua , alasan blm tinggal bersama karna suami blm punya uang buat kontrak rumah , selama ini saya makan dari uang ibu saya , saya tengah hamil skrg sudah 9 bulan , beberapa minggu ini suami saya baru dapat kerja , tapi gajinya bulanan , jadi blm perna memberi saya uang , dalam hal ini yang ingin saya tanyakan bagaimana saya menyikapi ini semua apa saya harus bersabar karna dia baru dapat pekerjaan , atau saya harus marah marah karna selama ini menganggur , apakah berdosa suami saya tidak memberi nafkah sedangkan posisinya dia blm ada pekerjaa ,

    1. gozali Post author

      Daripada berfokus pada kondisi saat ia belum bekerja dan tidak memberi nafkah, mari kita syukuri kondisi sekarang dimana suami ibu sudah bekerja dan doakan ia istiqomah dan bertanggungjawab untuk menafkahi istri dan anaknya kelak.

  7. nur hasanah

    saya suda menikah setahun , selama menikah saya tinggal dengan org tua , alasan blm tinggal bersama karna suami blm punya uang buat kontrak rumah , selama ini saya makan dari uang ibu saya , saya tengah hamil skrg sudah 9 bulan , beberapa minggu ini suami saya baru dapat kerja , tapi gajinya bulanan , jadi blm perna memberi saya uang , dalam hal ini yang ingin saya tanyakan bagaimana saya menyikapi ini semua apa saya harus bersabar karna dia baru dapat pekerjaan , atau saya harus marah marah karna selama ini menganggur , apakah berdosa suami saya tidak memberi nafkah sedangkan posisinya dia blm ada pekerjaa ,

  8. kembar

    assalamualaikum wr.wb
    Dari awal mnikah suami tdk prnh mmbritahu ttg gaji brp? kpan gjian?pnya hutang brpa?dgn siapa? saat ditnya ttg tu smua jwbnya blm saatnya tkut kpikiran.. ttapi saya tdk prnh dksih gaji nya hanya dksih uang sayur tiap hari dri uang makan suami bahkan kdg tdk dksih dan akhirny pkek duet saya yg dksih ortu. suami stiap mmbrikan uang kpda kluarga ny tdk prnh blg bahkan kdg ngumpet2 ortu nya sllu mnta uang hmpir stiap minggu alesannya unk adikny yg msih skolah buat byar ini itu bahkan unk makan juga. bahkan adiknya yg udah mnikah juga msih mnta uang ke suami saya.. bahkan unk kperluan suami adik ipar saya jg mnta ke suami saya dan cz saya suka marah2 ke suami ttg mslah kluargany suami saya smkin seenakny kpada saya uang blanja yg dy ksih sllu mnta kembalian buat dy beli rokok lah kopi lah sama paket internet.. kalau saya pnya uang sllu diambil unk kperluan dy beli rokok… beli rokok sehari bsa 2 bungkus di makan breng sama temen2nya smpi kadg saya g dksih uang sayur smpi uang simpenan saya abis.
    pdhl ckrg udah pnya anak kembar ttpi tingkahny sprti itu. rasany saya bnci dgn klakuannya apalagi kalau mnta jatah malam baik2in ngrayu2 stelah diksih lgzg dicuekin dtinggal tdur pagi2 nya manyun lgi mrah2 lg kdg g dksih duet… pdhl saya mngurus anak kembar sndrian suami tdk prnh bntuin smuany saya msih masak nyuci baju nyetrika beres2 rmah tp msih aja salah trs sllu diomel2in sllu di maki2 klo ada yg tdk dy suka msih blg keorg2 pnya istri males dan slama nikah dy tdk prnh nginep dtmpat ortu qu dan bahkan tdk mw diajak ktmpat nenek dan saudra2 qu stiap qu dan anak2 qu ingin ktmpat kluargaq tdk boleh saya merasa sprti dijauhkan dri kluarga saya… dan kluarga suami saya sprti ingin mnguasai anak saya.. stiap ingin ktmpat kluargaq sllu g boleh sma kluarga suami stiap lebaran hrs dtmpat suami trs. saya rasany muak dgn pernikahan sprti ini.. apa hukumnya apabila saya mmbenci suami dan kluargany? dan bolehkah saya mmnta cerai? dan apakah hak asuh si kembar bsa jatuh ke saya cz suami lbih mmntingkan kluargany unk mmbelikan baju saja kebanyakn ortu saya yg beliin bahkan smpi imunisasi dan anting2 jg kluarga saya tpi biaya persalinan suami saya dan yg mngurus kluarga suami cz saya dipaksa kluarga suami unk melahirkan ditmpat mrka. Tolong saran dan nasehatny

  9. ammi

    assalamualaikum warah matullahi wa barakatuh.
    Suami saya berpenghasilan bisa dibilang lumayan, dan ngasih uang ke saya hanya sekedarnya , kadang uang tersebut diminta lgi buat kbutuhan rmh… tapi dia pnya uang simpenan sendri yg ga bisa istri ketahui, untuk kbutuhan istri diperhitungkan, tpi buat kebutuhan lain sperti mtr, hp, slalu ad uang.y…
    Itu hukum.y apa ya??! Trus saya harus gmna?? megang dompet.y pun harus bertengkar dlu…

  10. Fyta

    Assalamu alaikum Pak ustadz… Sy ingin bertanya..
    Jika seorang suami mengurangi nafkah lahir istri nya demi membantu orang tuanya…bgm penjelasan dlm segi agama apa d bolehkan.. Sdgkan kebutuhan sangat byk… Suami adik sy bergaji 7 jt an 1 bln… Biasanya perbulan adik sy d beri 5 jt dgn anak 3 org… Tp pas ibu mertua adik sy sakit langsung d pangkas mjd 2 jt… Perbulan.. Adik sy kebingungan pak ustadz dgn dana 2 jt perbulan itu… Tp suaminya nggak perduli.. Cukup nggak cukup harus cukup kata suaminya… Suaminya tdk perduli dgn kekurangan isterinya demi menafkahi ibu ny… Bgm menurut pak ustadz hal ini… Tks n wassalam

  11. aura

    Saya mau tnya saya kan krja suami saya minta dibantu untuk dp motor saya setuju dan saya mau motor yg akn suami saya beli atas nma saya tetapi suami saya marah dya gamau nma motornya atas nma saya , dan saya bilang sama dya klo lelaki mah bnyk godaannya tp dya mlah mrah sma saya dan bilang klo mtor itu hrus nma suami saya dan klo saya ga ngsih uang dp dya gakan ngsih gajinya buat saya mlahan uang saya yg hrus d pake buat kebutuhan sehari-hari saya hrus gmna

  12. clara

    Saya mau tanya kalo istri bekerja untuk membeli motor dan motornya itu atas nma dya sendri dan sdngkn suami tidak setuju motor atas nma istri si suami setujunya motor atas nma suami

  13. masna

    Assalamualaikum ,bgni pak, kan suami saya hax kerja wiraswasta,dan ƾªƔa sndr juga pux toko, penghasilan suami sy tiap hari minim 300 ribu, dulunya semua penghasilanx diberikan sm saya kecuali pembeli bhn bakarx, tp sekarang klo dia dpt 500 paling dia kasi saya 200 itupun klo saya minta, tp terkadang juga suami sya tidak kasi,langsung sya tax knp qm tidak mau kasi sya,katax dia mau simpan sdnri karna dia merasa iri sm temanx klo mereka buka dompet dan didlmx bnyk uang , jd sya coba sbr, giliran wktu pembayar kredit dii bank,krn uangku kurang jd sya minta tambhan sm dia,,malah dia bilang tidak pux uang,trus klo sya sdh marah dan mencari kemana uangx, suami saya malah marah balik dan menggungkit semua hasil keringatnya yang dulu,yang saya mau tax kan pak,, apa salh klo sya taxkan dikemanakan pengahasilannya? Dan apa sdh benar, apa yang dia lakukan sm sya??? Mohon bantuan dan solusix pak ,krn say sdh cape bertengkar trus Θϊ dlm rumah tanggaq

  14. rahayu. E. L

    Pak… Maaf mau tanya… Klaw kasusny sprti sya ini gmn yyy…

    Sya kerja suami kerja. Tp saya dan suami utang. Y bnyk… Gmna kalau suami gaji nya pakai utang… Tp saya gk ridho kalaw gk d ksh nafkah bulanan… Sya cm mnta 600rb tp gk d ksh … Itu gmn hukumny pak … Trima ksh

  15. Paul

    Assallamualaikum…
    Masalah kalau uang suami ,700.000. Istri 700.000 juga Perbulan tapi udah dihitung dari pengeluaran juga. Istri berhak tidak membantu, jika uang suamu kurang… Bagaimna kalau istri bilang saya tidak mau uang-uang saya kamu pake… Apakah bapak pernah merasa dibantu jika keuangan bapak kurang… Jujur saya seorang dari pekerja yang gajinya tidak cukup hanya untuk istri… Apkah patungan untuk keuang didalam islam itu diperbolehkan…. Apakah saya mesti cerai…. Tolong di balas saya setres….

  16. Siti komariah

    Ass …
    Saya mau tanya .. saya adalah seorang ibu rumah tangga suami saya usaha minuman drumh. Saya anak bungsu begitu pula suami saya. Ke 2 orangtua saya dan orangtua suami telah tiada.sekarang saya tinggal bersama suamu saya.saya mempunyai warisan tanah dan beberapa uang warisan.suami saya insya allah ingin berangkat umrah. Tapi uang untuk masuk umrah baru masuk sedikit.suami saya kepingin duit warisan saya diberikan ke dia semua. Istilahnya istri bantu suami. Sedangkan kaka tertua saya ingat pesan almarhum bapak duit warisan itu kalo bisa digunakan untuk hal yang benar2 bermanfaat contoh bikin rumah atau kontrakan. yang saya mau tanyakan apakah uang tersebut saya bantu untuk suami berangkat umrah atau untuk membuat kontrakan?? Saya bingung. Satu posisi suami saya, satu posisi kaka saya. Saya harus ikut yang mana??
    Wa’alaikumsalam wr.wb

  17. nchie

    Pak ustad, sy mau tanya, sy seorang istri yg bekerja dan suami tadinya bekerja di kpl pesiar, dia berhenti , dgn alasan yg selalu berbeda2, alasan ke org lain beda, ke sy beda, nah sekarang masalahnya uang yg selama dia bekerja selalu habis dan tdk pernah terkumpul, sehingga dia mengatakan saya boros dan tdk bs menyimpan uang, padahal kalau saat dia bekerja selalu saja ada banyak permintaan yg hrs mengeluarkan uang banyak, tp dia sendiri tdk menyadari nya, dan kalau dijelaskan dia selalu tdk terima, tetap saja sy selalu yg disalahkan, dia orang nya keras, dan tdk bs dibantah. Nah saat ini dia tdk bekerja lagi, tp kita membuka usaha kuliner, dia pegang kendali keuangan, sampai atm saya pun dipegang sama suami sy, shg sy tdk megang uang sama sekali, krn gaji sy msk di atam tsb, untuk memenuhi kebutuhan sehari2 sy tdk diberi uang harian, sedangkan sy tdk punya uang, kalau sy minta uang untuk kebutuhan sehari2, mis: ongkos anak2, ongkos sy bekerja, keperluan anak2 sekolah, keperluan sy, yg intinya bila sy meminta uang , dia selalu tdk terima dan marah2, selalu mengungkit2 kejadian2 knp dia berhenti dgn mengatakan sy tolol, dan kata yg menyakitkan lainnya, kalau dia marah segala kebun binatang keluar mengatai sy, terkadang bila sy menjawab atau diam tdk peduli dgn amarahnya, sering tangan melayang ke muka atau badan saya, yg sering muka menjadi sasaran, hampir setiap hari sy menerima kata2 yg tdk mengenakan, tolol dan bodoh, itu sarapan sy sehari2, sy sebetulnya pernah ingin mengajukan cerai, tp dia mengungkit harta yg pernah diberi dan sdh terjual, krn “katanya” gara2 sy semuanya hilang / habis, dan sy hrs menggantinya semua, spt : mobil yg sdh terjual, uang 20 juta yg sdh diberikan dan sdh terpakai, dan kita pernah kehilangan uang 4000 dolar, itupun hrs diganti, dan barang2 yg sdh pernah diberikan ( bb, ipad, hp, laptop, dll yg diingat olehnya), saran dari anak2 sy diminta untuk meninggalkannya, sebetulnya sy setuju dgn saran tsb, tp banyak pertimbangan dan kesulitan prosesnya untuk menjauh dari nya, sy mohon saran pada pak ustad, bgm seharusnya sikap saya.

  18. Ama

    Assalaamu’alaikum. Pak, sy mau bertanya. Bagaimana hukumnya jika seorang istri keberatan menggunakan penghasilannya utk membiayai kebutuhan rumah tangga, pdhl gajinya 10x lipat dr gaji suaminya yg hanya sktr 3-4jt per bulan, dan menuntut suami utk menafkahi kel dgn gaji suami, pdhl suami jg harus membantu ortu dan adik2nya? Pekerjaannya tsb byk mengambil wkt keluarga (sering dinas luar kota, dlm sebulan bisa s.d 15 hr at lebih), sementara d rmh, sui hrs bertanggungjawab menjaga ank dan mertua yg ikut tinggal dgn mereka. Istri royal membantu ortu dan keluarga dr pihaknya, namun tdk bersikap yg sm thdp pihak kel suaminya. Di awal, suami sdh meminta izin agar hanya 1/3 gajinya yg diserahkan utk keluarga dan meminta kerelaan istri utk menggunakan isanya utk membantu ortu dan adik2 dr pihak suami. Suami melakukan ini jg disebabkan krn istri cukup ‘pelit’berbagi utk mertua dan iparnya dgn alasan mereka kaya, pdhl kekayaan yg dimaksud bkn dlm bentuk harta benda yg bs dgn mudah diuangkan, shg tetap sj utk sehari2 msh membutuhkan bantuan. Awalnya tdk ada masalah, tp lama kelamaan, si istri terus mengungkit2 ttg gaji suami yg tidak diserahkan kepadanya dan merongrong suami dgn mengatakan suami tdk bertanggung jawab krn tdk menafkahi kel dgn gajinya. Sikap istri dan mertua pun lambat laun berubah, tdk bersikap hormat thdp suami, dan istri seringkali enggan melayani suami. Bagaimana menyikapi kondisi ini? Terimakasih atas jawabannya.

  19. Galih Dwi priyanto

    Assalamuallaikum..mau nanya nih pak..apakah suami berhak tau seberapa besar kepemilikan Harta istri yang dihasilkan dari jerih payahnya sendiri… jumlahnya.???

  20. Dhiana

    Bagaimana hukumnya suami yg tdk memberi nafkah kepada istri dan uang suami selalu dibelanjakan untuk urusan agama?Untuk kebutuhan hidup kami numpang dirumah orang tua dan suami pun tdk pernah memberikan uang belanja kepada orang tua?Trimaksh

  21. Dhiana

    Bagaimana hukumnya suami yg tdk memberi nafkah kepada istri dan uang suami selalu dibelanjakan untuk urusan agama?Untuk kebutuhan hidup kami numpang dirumah orang tua dan suami pun tdk prnh memberikan uang belanja kepada orang tua?Trimaksh

  22. lusi

    mau tanya ustad dan jg sdikit brcerita
    dlu saat kami (sy dan suami) menikah, kami tdk memiliki apa2 dan memulai segala usaha dari 0
    namanya usaha kadang sukses kadang rugi, kami jalani semuanya dgn penuh sukacita
    stelah 4 tahun kami memiliki seorang anak dan sy mmutuskan untk fokus mngasuh anak sy saja, jd sgala usaha suami sy yg handle. alhamdulillah suami sy trmasuk kategori baik ” menurut sy” , beliau mmberikn smua hasil usaha untuk sy kelola (blanja, tabungan, de el el) namun lama2 kelamaan hal itu mnjadi bumerang bagi sy, saat usaha suami sy jatuh, keluarga dr pihak suami mnyalahkan sy “tdk becus mngatur uang suami dan apalah2” pdhl smua pngeluaran tdk ada yg sy lakukan tnp spengetahuan suami bahkan sy mlakukan pncatatan agar tdk lupa saat suami brtanya dkemanakn hasil kerjanya. akhirnya diputuskan suamilah yg memegang keuagan dan sy dberi jatah insyaallah klo g salah waktu itu 300rb/bln tp dr itupn msh ada sisa yg bs sy kumulkn krn sy mnanam brbrp kebutuhan shg tdk hrs mmbeli. sy pun blng ma suami ttg sisa uang blanja dan kamipun spakat untk mnabung sisa uang tsb… jeng3 dibuatlah lagi kebijakan agar sy mminta uang belanja pada suami saat dbutuhkn saja, jd uda g ada jatah2 uang blanja hehehe… lamakelamaan spertinya uang semakin sulit mngalir k dapur. bahkan sy dsuruh brhutang k tukang sayur untuk kebutuhan dapur dan suami yg membayarnya, bkn krn g pny uang tp itu kbijakan suami dlm brhati2 mengelola keuangan. saat usia anak sy 4thn sy mndapat pnawrn untuk mnjadi guru d tk tmpat anak sy brsekolah, sy mnta ijin suami sy dan suami mngijinkn mski gajix g sberapa, itung2 amal ngajarin anak2 mngenal ilmu. 2thn kmudian mncul keinginan sy untk brkuliah maklum sy kan hny lulusan es em a, dan slama ini sy mngajar dgn blajar dr anak sy dan mncari referensi d google selain mngikuti workshop ttg pndidikn.tp krn keuangn suami sy “cukup “dan “tdk brlebih” sy mnta ijin suami untk kuliah dgn mnggunakn biaya sndiri tp beliau tdk mngijinkn dgn alasan takut sy nantinya “besar kepala” dia jg brtnya “apa uang dr beliau kurang shingga sy hrs bkerja?” akhirnya sy pun mmutuskn untk tdk kuliah. sy tdk prnh mrasa kurang krn sy mang g hobi makan, kurang suka ma prhiasan n jg g ngikut trend fashion hehe yg pnting tenang n bs ktawa sama2 (anak dan suami). akhir2 ini sy mnjalankan usaha kredit barang mnggunakan modal teman dan hasilnya dbagi2. suatu hari suami nyeletuk “klo u mo pake uang kita, untk kredit u bilang dlu k sy” mksudnya hrs ijin dlu, “pdhl beliau selalu bilang uangku ya uangmu, dan untungnya sy pun sllu mlaporkn pngeluaran dan sy jg tdknggunakn uang pribadi untuk usaha hehe lha wong uda ada uang dr tmen kok, cuman sy heran knp harus dperjelas dgn kt2nya yg spt tadi”pikir sy.kmudian timbul lg masalah saat sy bilang akn mmbeli prhiasan dr hsl usaha sy, lg2 alasannya takut sy “besar kepala” pdhl gaji sy sbagai guru slama ini hnya untuk mmbayar sekolah anak saya mmbelikan hadiah ultah suami dan anak buat btulin mobil buat traktir anak dan suami saat ingin makan dluar , sy tdk mngerti apa yg suami sy pikirkn. sy smpat brfikir apakah suami sy mrasa iri dgn pndapatn sy? pdhl pndapatn sy sdikit tak smpai sperempat pndaptn suami sy dan itupun tdk tiap bln sy dapatkan. gmn pndapat ustat apa yg hrs sy lakukan? apakh sy hrs brhnti bkrja dan diam aja drumah.
    sungguh sy ikhlas krn mang Allah SWT tlah mnciptakn sy sbg prempuan, sbg makmum ttpi krn ini brjalan trus mnerus… sy mulai brfikir “mngapa beliau bgitu takutnya sy besar kpala tnpa mnyadari beliau telah mrendahkn sy”… namun jikapun itu benar, sy tetap iklash “lillah hnya krn Allah” bkn lg krn kasih dan rasa hormat

  23. Evi

    Assalamu’alaikum wr wb..
    saya mau tanya bagaimana hukumnya apabila istri yang punya usaha sebelum menikah, semenjak suami tidak bekerja dia membantu mengelola usaha istri, apakah usaha tersebut otomatis menjadi hak suami. Sehingga uangnya bisa dia gunakan tanpa perlu sepengetahuan dari istri ?

  24. safitri

    Saya dlu bekerja dan suami setuju tapi karna gaji saya lebih besar suami suka mengambil uang saya d tas,uang d celengan yg seratus ribu an.a hilang dan paling parahny 3 bulan ga ngasih jatah uang saya dan anak….saya nyari uang bertujuan membantu anak dan suami .. Tapi suaminy malah begitu….sampai akhrnya saya keluar dari kerjaan krn frustasi merasa trzolimi …dan sekarang pun ngasih pas2an minta uang se enakny sendiri …pas uangny abis dy lebih memilih tinggal d rumah ibunya dan ga memikirkan saya .. Menurut ustad sy hrus bagaimana sebutulny saya sudah lelah sampai skg sy sakit ..terima kasih

  25. Desi

    Ass,ustad mau tanya nih,kalo misalnya istri dkasih uang blnja untuk sbln 1jta,smntara untuk kebutuhan pribadi istrinya ia harus pake uangnya sendiri soalnya uang dari suami tidak cukup,sementara kebutuhan pribadi suaminya selalu diberi oleh ibunya,apakah bisa istrinya menuntut untuk dicukupkna kebutuhan pribadinya oleh suami?kalo istrinya minta tambahan si suami selalu bilang untuk nabung,padahal itu jelas2 kurang untuk kebutuhn 1bulan.

  26. Rizkya

    Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..
    Pak, saya bekerja dan suami saya bekerja. Saya bekerja di luar kota, karena memang sebelum menikah saya sudah bekerja di sana dan masih memiliki ikatan dinas, jadi belum bisa pindah atau keluar. Suami saya sama sekali tidak keberatan dan sangat mengerti keadaan saya yg masih memiliki ikatan kewajian dengan perusahaan.
    Di luar kota saya ngekos masih di tempat yang sama waktu saya masih gadis. Pernikahan saya sendiri baru berjalan satu bulan lamanya.
    Sejak masih gadis saya sudah terbiasa ngekos dan membiayai hidup saya sendiri. Pertanyaannya, apakah meski belum serumah sama suami (saya hanya pulang setiap weekend), apakah suami saya tetap wajib memberi nafkah saya yang tinggal di luar kota? Misal untuk bayar kos, membeli pakaian, dan uang makan saya sehari-hari?
    Kalau memang jawabannya Iya suami harus tetap menafkahi isterinya yg bekerja di luat kota, bagaimana saya menyampaikan ke suami ? Saat ini karena baru satu bulan pernikahan, saya masih belum bicara karena saya tahu keadaan finansial baru habis menikah dan suami sedang berencana membeli rumah.

    Mohon penjelasannya, terima kasihhh

    Wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

  27. Arche

    Asalamu alaikum
    Saya seorang ibu/istri prnh suami bilang bhwa gaji dia tdk smuany untuk saya karna dia msh pny ibu n kluarga . Kl untuk ibu saya sadar anak wajib mmberi ibu ny kl untuk kluarga maksudny apa siapa klurga yg di maksud apa betul gaji itu tdk smua ny buat saya

  28. Dewi

    Ass..
    Saya seorang ibu rumah tangga. Suami saya tidak punya penghasilan tetap. Saya hanya diberi uang 100 ribu /50 ribu untuk beberapa hari. Suami tidak pernah memberi tahu dia dapat uang berapa. Tetapi dy sering memberi uang untuk adiknya dan sering memberi pinjaman untuk teman temannya. Bagaimana hukumnya dalam islam? Dan bagaimana caranya agar suami terbuka soal keuangannya?

  29. Indrii Sari

    Assalammualaikum wr.wb
    Saya indrii, saya ingin tanya pak ustadz, jika istri meminta suami untuk membelikan keperluan pribadi istri seperti misal pakaian dll. Kemudian suami menjawab “jika kamu mau yg aneh2 dan macem2 silahkan kamu kerja sendiri” . Dia sering kali secara tidak langsung menyuruh saya untuk bekerja. Padahal saya tidak pernah meminta sesuatu yg harganya melampaui batas kemampuannya. Tetapi untuk membeli rokok dan hal lain yg dia butuhkan atau yg dia inginkan saya tdk pernah melarang, jika saya melarang dia slalu menjawab “uang-uang siapa? Saya yg cari kerja ya terserah saya”. Itu hal yg saya tdk suka jika dia sudah berkata seperti itu, seolah2 saya tdk berhak atas gaji dia dan tdk boleh mencapuri uang gajinya selain dia. Itu bagaimana ya pak ustadz?

  30. Lia

    Assalamualaikum Pak,

    mohon pendapatnya jika suami sdh mengucapkan gaji yg dia terima boleh istri yg pegang semua (br beberapa bulan belakangan ini, sebelumnya tidak) istri yg atur rinciannya untuk keperluan keluarga digabung dengan gaji istri sisanya untuk tabungan anak2, dan suami merasa mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dari usaha yg lain. dan ternyata tanpa seizin istri, suami menggunakan uang tabungan tersebut dng alasan pinjam nnt akan dikembalikan. tetapi faktanya uang yg sebelumnya dia pinjam dari uang pribadi istrinya belum ada yg dikembalikan, termasuk mahar kawin yg dia gadai sampai saat ini belum dikembalikan kpd saya. kejadian ini sdh beberapa kali terulang, dan jujur untuk saat ini saya sdh muak menghadapinya. bagaimana menurut Bapak? Terima kasih atas pendapat yang diberikan.

  31. Evi

    Pa apakah seorang istri tidak berhak tau penghasilan suami ?
    Jika istri ingin tahu apa itu tidak boleh ?
    Bagaimana islam membahas itu ?
    Dasar hukumnya seperti apa ?

  32. Sari

    Assalamualaikum…
    Mau tnya bpk. Suami memenuhi smw kbutuhan sy. Tp uang gaji dia…dia sndr yg pegang…dia hnya laporan k sy nominalnya. Dan itupun trkdang ay dluan yg tnya br dia crita. Sy hny pegang atm yg isiny uang sy sndri. Nah sy kdg dtnya suami. Ada uang nggak…klo sy jawab nggak ada…di kasih sm dia. Dan kdg sy buat kbutuhan sy sndri. Tp nanti klo habis…dia tnya…dipake apa aja kok cpet habis. Dstu sy srgkali merasa sakit hati…pdhal dl sewaktu kuliah sy ditransferin ortu sy…ortu sy gpernah sekalipun nanya uangnya buat apa kok cpt abis. sy slma ni gpernah nuntut d kasih smua gajinya. Bhkan sy gpp… atm smua d pegang dia kcuali atm sy pribadi. toh jg buat kbutuhan kita. alasan dia mmg kuat…uang dihemat krn kita skr lg nyicil rumah. Tp kdang uangnya jg d utang sm temennya…dia nggak blg sy dlu. Mohon sarannya. Trmksh.

  33. Martina Purna Nisa

    Syukran ustdz artikel nya dan jawaban2 utk komen di atas sangat bagus dan bijak. Pernikahan bkn hanya masalah hak dan kwajiban tp jg kasih sayang, ketulusan dan berlomba2 dlm kebaikan. Semoga Allah berikan paham yg luas, keikhlasan yg tiada batas u/ kami para isteri dlm khidmah brumah tangga. Aamiin.

  34. risa

    Assalamu’alaikum
    saya mau bertanya, bagaimana caranya jika seumpama istri di suruh mengambil uang di saku suami.. sedangkan bajunya di gantung dalam kamar. bagaimana yang lebih sopan?

  35. ulfa

    assalamualaikum warah matullahi wa barakatuh.
    pak bagaimana istri kerja, suami kerja. gaji suami 4.257.000 hanya membeli susu dan pampers anak saya, selanjutnya gaji suami beri uang ke orang tuanya karena janda. itupun juga saya gak pernah tahu suami saya beri keorang tuanya berapa. dan 1juta dia bilang kerja sales untuk jaga2 pergi sm cust, sedangkan gaji saya 3.270.000 hanya beri orang tua 300+jagain anak saya, belanja u/ keperluan kdg habis smpai 300, belum lagi bayar listrik 300 karena saya numpang sama orang tua saya, 100 ribu beli beras slm sebulan,100ribu jajan anak saya dan sisa gaji saya buat makan selama sbln, itu pun juga suami saya kalau makan gak pernah ngeluarin duit buat makan,sya minta ke suami bilang duit habis, dan akhirnya gaji saya juga ngeluarin buat makan dia slm sbln.
    kadang mertua saya kalau udh pertengahan bulan sms ke suami saya minta duit lagi, alasan beli ini lah beli itu lah. sedangkan mama saya yang cape jagain anak saya, gak pernah minta duit lagi sm saya. karena mama itu gak pernah ngerepotin anak karena udh rumah tangga.apalagi suami saya gak pernah kasih duit keorang tua saya.
    selama nikah saya gak pernah di nafkahi sm suami saya, dan yang saya mau tanyakan gaji suami kasih ke orang tuanya, apakah istri harus tahu apa tidak ya pak. mohon beri penjelasan nya.. makasih

  36. misnatun

    Saya punya usaha warung dirumah,,,suami yang modalin,saya bantu sedikit.saya yang mengatur keperluan warung ,suami membantu belanja keperluan.suami jga kerja tukang kredit keliling..tapi saya tidak pernah dikasih uang.,keperluan rumah tangga semua pakai uang warung..karena uang warung dipegang saya,dan saya yg mengelolah..bgaimana mnurut islam,apkah suami hrs tetap ksh nafkah,atau tetap pakai penghasilan warung?mhn pnjlsannya

    1. gozali Post author

      Dalam kasus ibu Misnatun, kita bisa asumsikan bahwa suami menyerahkan pengelolaan keuangan warung tersebut pada ibu.
      Kita hargai kepercayaan yang diberikan oleh suami pada ibu untuk mengelola sumber nafkah keluarga, dan menentukan sendiri penggunaannya.

      Selama kebutuhan tepenuhi, untuk keluarga maupun ibu pribadi, insya Allah tidak ada masalah. Tentu kalau ingin warungnya lebih besar lagi, pengelolaan keuangannya harus dipisahkan antara pribadi dan bisnisnya.

      Misalnya dengan cara ditetapkan gaji untuk ibu dan suami, dari gaji suami itulah jatah nafkah untuk ibu dan untuk keperluan keluarga. Sehingga ada ukuran berapa uang warung yang bisa dipakai.

  37. ery

    Apakah diperbolehkan bagi keluarga suami\kakak ipar mengambil barang2 pembelian dari keluarga istri dari adiknya? Apakah hukumnya suami meminta dan lbh tepatnya memaksa utk mengetahui uang yg didpt istrinya dr hibah org tuanya atau warisan dr keluarga istrinya untuk dipinjamkan pada keluarganya?apakah uang dapur itu termasuk nafkah utk istri?

    1. gozali Post author

      Ibu Ery, harta milik seorang istri, berasal dari waris/hibah keluarganya sendiri, adalah hak mutlak dirinya sendiri. Maka penggunaannya juga terserah pada pemiliknya.

      Suami tidak punya hak untuk memaksa apapun juga, apalagi pihak lain. Tentunya sebagai seorang suami wajar saja jika memberikan saran, dan kembali pada hak ibu untuk penggunaannya.

      Saya tidak merasa ada pentingnya membedakan antara nafkah dalam bentuk uang dapur, atau uang belanja pribadi dan lain sebagainya dalam konteks ini. Yang jelas, semua keperluan istri, baik itu untuk urusan rumah tangga (dapur, anak-anak, dll) maupun kebutuhan istri pribadi, adalah kewajiban bagi suami untuk memenuhinya, sebatas kemampuannya.

  38. Ningsih

    Saya mau tanya, bagaimana kalau semisal uang dari suami yang sudah di kasih itu di ungkit kembali? Bagaimana hukumnya dalam agama?
    Terimakasih

    1. gozali Post author

      bu Ningsih, pemberian suami yang seperti apa maksudnya? dan mengungkit seperti apa?

      Untuk pemberian berupa mahar, ada hak untuk dikembalikan, jika terjadi perceraian sebelum percampuran.
      Pemberian berupa nafkah keluarga, tentu wajar kalau diungkit dalam artinya ditanyakan digunakan untuk apa saja, dll.

      Jika pemberian itu berupa hadiah, tentu tidak boleh mempermasalahkan hadiah yang sudah diberikan. Karena hal itu akan menghanguskan pahala pemberinya.

  39. riska andriansyah

    Assalamualaikum,pak mau tanya bagaimana jika seorang istri tinggal bersama orang tuanya dan suaminya bekerja di luar kota, orang tua si istri ini orang yang kurang mampu jadi semua kebutuhan biaya hidup di tanggung oleh si istri ini,dan uang yang di pergunakan untuk mencukupi semua kebutuhan adalah uang nafkah dari suami sementara suami merasa keberatan dengan biaya tanggungan hidup orang tua si istri ini, bagaimana hukum nya dan solusi terbaiknya seperti apa?

    1. gozali Post author

      Saat suami “menitipkan” istrinya di manapun juga, maka menjadi tanggungan dia pula untuk biaya nafkahnya. Dan wajar juga jika atas penitipan itu pun ada biaya tambahan. Setidaknya “sewa rumah”.

      Apalagi jika kemudian tinggal bersama orangtuanya sendiri. Keberadaannya bersama orangtua bisa menjadi sarana untuk berbakti pada orangtua mumpung masih hidup. Dan uang yang diberikan pun lebih dari sekedar sewa, tapi juga tanda bakti yang tidak akan pernah bisa menggantikan peran orang tua membesarkannya selama ini.

      Berikan pemahaman tersebut pada suami agar ia lebih lapang hatinya. Atau berikan juga alternatif menyewa rumah saja. Tentunya tanpa keutamaan yang tadi disebutkan.

  40. nany

    Assallamiallaikum wr wb.ustad mau nanya ni sy dan suami sm sm kerja tp gaji suami per minggu dan kalau jatuh tgl 12 harus nyicil ke bank gaji perminggu itu kalau buat nyicil ke bank itu ya cukup tp gk ada uang nafkah soalnya di pake buat bank,,dan kalau suami lg dpt rizky jg gk pernah sampai ke istri apa lg kalau gk dpt nfkah (uangnya dipakai utk nyicil bank)buat sampai minggu ke sananya nol utk apa apa harus pakai uang istri..apa hukumnya ustad bagi suami sy dan sy sendiri masih

    1. gozali Post author

      Jawaban untuk Ibu Nany sama seperti jawaban untuk ibu Wina di atas:

      Kewajiban utama ibu sebatas pada mengelola keuangan yang suami amanahkan pada ibu.
      Adapun jika masih terasa kurang, bisa dibicarakan dengan suami. Atau jika ibu ingin menambahkan dari gaji ibu sendiri, maka ada baiknya juga hal itu disampaikan pada suami agar ia faham bahwa standar hidup yang dinikmati ini bukan dengan standar penghasilan yang ia berikan saja, tapi ada keringat istri di situ.

      Semoga keridhoan ibu menjadi sedekah terbaik dan membuka jalan rezeki yang lebih lapang lagi.

    1. gozali Post author

      Suami yang meminta uang pada istri, hukumnya sama saja dengan ia meminta uang pada orang lain. Artinya hukumnya sama dengan pengemis.

      Tapi tentunya perlu diperjelas lagi, apa maksudnya meminta kembali uang yang telah diberikan?

      apakah saat ia memberi itu “menitipkan” pada istrinya, ataukah itu untuk digunakan untuk belanja, ataukah ia betul-betul diberikan dan menjadi hak istri?

  41. Wina

    Aslkm..ada yg mau sy tnyakan pak.sy dan suami bekerja sbg pns. Anak kami 2.utk kebutuhan sebulan sy pakai gaji suami tp itu tdk cukup,sementara tunjangan suami tdk terusik sm skali.apakah gaji sy hrus digunakan utk mncukupi kebutuhan klrga smentara suami sy sbnarnya mampu utk mncukupinya.jujur sy merasa nafkah suami kurang layak pd sy sbgai istri.mhon pnjelsannya pak.trmksh

    1. gozali Post author

      Ibu Wina, kewajiban utama ibu sebatas pada mengelola keuangan yang suami amanahkan pada ibu.
      Adapun jika masih terasa kurang, bisa dibicarakan dengan suami. Atau jika ibu ingin menambahkan dari gaji ibu sendiri, maka ada baiknya juga hal itu disampaikan pada suami agar ia faham bahwa standar hidup yang dinikmati ini bukan dengan standar penghasilan yang ia berikan saja, tapi ada keringat istri di situ.

      Semoga keridhoan ibu menjadi sedekah terbaik dan membuka jalan rezeki yang lebih lapang lagi.

  42. rima

    Ass. Pak bagaimana bila seorang istri melahirkan.dan biaya persalinannya itu memakai uang mas kawin.apakah itu menjadi hutang si suami apa tidak?

    1. gozali Post author

      Ibu Rima, biaya persalinan tentunya menjadi tanggungjawab suami untuk memenuhinya. Dan jika ia tidak mampu, maka ia bisa berhutang, termasuk berhutang pada istrinya.

      Mas kawin adalah milik sempurna dari seorang istri dan tidak bisa diminta oleh suami. Namun jika istri memberikannya dengan ikhlas, maka itu diperbolehkan dan halal bagi suami.

      Maka semuanya kembali kepada keridhoan ibu sebagai pemilik mas kawin tadi.

  43. fia

    assalamu’alaikum
    ustad, kalau istri bekerja trs penghasilanya dia pake untuk belanja kebthn pribadi n bersama tp suami marah” dan mengatakan boros,,,dia(suami) ingin semua penghasilan istri ditabung untuk membeli rumah,dn tdk boleh dipake untuk kebutuhn pribadi,,,bagaimn istri hrs brsikap?krn klu smuanya dtabung jujur tdk bs krn sang istri pnya keb pribadi dn keingnan u/ belanja,,,dn hkum@ untuk suami trsebut gmn?
    terimakasih

    1. gozali Post author

      Alhamdulilah ibu Fia punya suami yang perhatian dan memiliki visi masa depan untuk membeli rumah.

      Hanya caranya saja yang kurang tepat. Mungkin ia belum faham bahwa seorang istri juga punya kebutuhan pribadi yang perlu dipenuhi. Tentunya dengan istri juga menjadi perasaan suami jika kebutuhan itu tidak sejalan dengan kondisi ekonomi keluarga.

      Karena saya tidak tahu bagaimana kondisi keuangan ibu, maka saya berikan contoh yang ekstrim saja ya… istri punya hak untuk beli mobil dari uangnya sendiri, tapi kalau suaminya hanya naik sepeda tentu menjadi tidak pantas.

      Sekali lagi, itu hanya contoh ekstrim, bahwa ini bukan sekedar hak dan kewajiban saja. Tapi bagaimana suami membangun pengertian akan kebutuhan suami, dan istri memahami juga kegelisahan dan ego suami.

  44. sari

    Assalamu’alaikum wr wb, ustadz saya mau bertanya. Saya dan suami sy sama2 pgwai negeri. Dgn penghasilan hampir sama. Namun gaji suami sy sblm menikah sdh d ambilin hutang d bank utk membelikan sawah ortunya. Dg jangka waktu 8th. Pas sdh menikah msh 6th. Karna gajinya dia tgl sedikit dan hy cukup utk bli bensin k kantor slm sebulan. Maka saya yg mencukupi kbtuhan tiap hari.bahkan jk uangnya dia tdk ckp dia jg minta uang saku k saya. 3bln menikah suami mengajak mbeli tanah dg gaji saya.akhirnya gaji sy yg setengahnya sy pakai ambil bank utk bli tanah.Tiap bln sy harus mengangsur bank n memenuhi kebutuhan kluarga.Sy merasa keberatan, apa lg harus menyiapkan uang jk uang transport suami kurang. Setiap kali sy ingatkan ttg tgs dia sbg kpla rmh tangga, dia blg” yg pting tiap bln gajiku sdh aq kasihkan k kamu.klo kurang y kamu yg nambahi. ” Dikasihkan tp tiap hr d minta lg buat transpot. Bgm sikap sy pak, sesungguhnya sy tdk ridho, jk suami makan hasil keringat saya.sy sdh cpk bekerja d kantor, msh jualan lwt on line.tp suami sy enak2an tdk mau ikut usaha sambilan.
    Mohon sarannya pak ustadz, terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr wb

    1. gozali Post author

      Ibu Sari, tentu kondisinya tidak ideal ketika istri yang menjadi pencari nafkah utama.

      Maka di sini ibu punya pilihan, untuk mendukung suami secara finansial dan mendapatkan keutamaan sedekah yang luar biasa. Atau ibu memilih untuk tidak ridho dan tidak membantu suami pun tidak dipersalahkan karena itu di luar kewajiban ibu.

      Support dan doakan suami agar bisa mengusahakan penghasilan tambahan. Karena keputusan untuk berhutang membeli tanah sampai hampir semua gaji untuk mencicil, dan dilanjutkan dengan hutang membeli tanah lagi sampai setengah dari gaji; secara keuangan itu sangat tidak sehat. Dan tidak mungkin mengandalkan dari sisa gaji saja, harus ada penghasilan tambahan.

      Kalau ibu saja yang mencari penghasilan tambahan sudah cukup membantu, apalagi jika suami ikut ambil alih tanggungjawab dan membantu, insya Allah hasilnya akan lebih besar lagi.

  45. Abika

    Assalamualaikum, mau tanya ustad .saya menikah dengan duda anak 1 ,saat menikah suami masih nol ekonomi.stlh 5thn kami nikah suami bs beli mobil tapi.tiba2 atas nama akan dirubah menjadi hakmilik anak. Bagaimana hukumnya dalam islam ya krn saya di sini jg punya hak ..saya merasa ga dihargai sebagai istri .sumua ini terjadi tanpa melibatkan saya.tanpa sepengetahuan saya malah yang d mintai pendapat istri yg lama.tlg jawabanya .trimakasih.replay please

    1. gozali Post author

      Dalam setiap kesuksesan suami, tentu ada peran luar biasa dari istrinya di situ. Demikian juga sebaliknya.

      Jika uang yang dibelikan mobil itu memang adalah uang milik suami, tentu menjadi hak ia juga untuk membuat atas nama anaknya.

      Peran ibu dalam mendorong suami untuk bangkit dan sukses kembali secara ekonomi menjadi amalan soleh dan tidak akan sirna hanya karena berubahnya kepemilikan.

      Yang saya lihat di sini bukanlah masalah ekonomi, tapi lebih banyak masalah komunikasi diantara suami-istri. Tentu menjadi lebih komplek karena melibatkan juga mantan istrinya.

  46. Feby

    Saya dan suami sama2 bekerja, untuk keperluan rumah tangga sehari2 menggunakan uang gaji dari istri, sedangkan gaji suami selalu habis entah untuk apa. Saat ini saya sedang hamil, saya agak susah membagi gaji saya untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan cek kehamilan rutin di dokter, belum lagi saya harus menabung untuk biaya persalinan. Setiap saya minta uang ke suami, suami selalu jawab apa gunanya saya bekerja jika masih minta uang suami, sementara suami juga tidak mengizinkan saya berhenti bekerja. Mohon solusinya, terimakasih

    1. gozali Post author

      Ibu Feby, semoga kehamilan berjalan lancar bagi ibu dan bayinya.
      Mungkin dengan kehamilan ini menjadi jalan agar yang tadinya tidak terbuka menjadi lebih terbuka.

      Dengan adanya kebutuhan yang lebih besar, ibu bisa menunjukkan pengeluaran yang selama ini dikeluarkan. Dan bicarakan juga pada suami bagaimana agar bersama-sama mencari solusinya.

      Jika memang perlu berhenti bekerja untuk mengasuh anak, bagaimana dampaknya terhadap keuangan rumah tangga? hal itu mungkin perlu dari sekarang dipertimbangkan.

      Sama-sama bekerja belum tentu lebih baik secara finansial. Bisa jadi dengan berhenti bekerja, maka kondisi keuangan malah lebih baik karena menghemat pengeluaran untuk pengasuhan dan kesehatan yang sangat besar. Dan menjadikan suami lebih bertanggungjawab.

  47. ryan

    ass. pa mau tanya. jika suami bdkerja istri bekerja. ketika ada suami bilang ke istrinya. bu uang yang gaji ibu pake untuk nafkah dan uang dari gaji bapa semuanya tabung sma ibu dan jika terkumpul beli tanah dan atas nama ibu sendiri.. yang nenjadi istri tetap tidak setuju karna dia selalu bilang uang suami milik istri dan uang istri milik istri.. bagamana tanggapan bapa trinakasih

    1. gozali Post author

      Dalam kasus di atas, gak usah dibikin repot, dibalik juga hasilnya sama aja. Uang suami untuk nafkah semua, uang istri ditabung semua, nanti beli tanah atas nama istri juga. Sama saja kan?

      Kalau tentang “uang suami milik istri, dan uang istri adalah uang istri” saya rasa sudah saya sampaikan dengan jelas di atas ya.

  48. Vina

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Idealnya, apakah suami berkewajiban memberitau proporsi penggunaan gajinya per bulan ?
    Jika istrinya bekerja, namun orang tua suami sudah tidak bekerja, Apakah istri berhak mendapatkan nafkah/uang jajan yang lebih besar dibandingkan uang bulanan yang diberikan suami ke orang tuanya ? Terimakasih
    Wassalam

    1. gozali Post author

      Apakah suami wajib memberitahukan? tidak ada kewajiban utk itu secara khusus. Tapi bukankah akan lebih baik jika terbuka atau komunikatif sehingga tidak ada prasangka?
      Suami punya kewajiban untuk menafkahi istri & anaknya, ia juga punya kewajiban untuk menafkahi orangtuanya. Besarnya tentu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan kemampuan suami.

  49. yuli

    Aslkm.. sy mau tanya. Saya dan suami pegawai negeri. Tapi saya sangat jarang diberi nafkah dari gaji ataupun tunjangan suami. Memang kami ber2 sdh mengambil kredit di bank. Tapi sisa gaji msh ada. Dan tunjangan jg msh ada. Dlm karir mmg posisi sy lbh diatas. Sering sekali saya menangis dan menahan emosi krn sy merasa tdk dianggap sbg istri. Saya tdk pernah diberi tahu kapan dia gajian, sisa gajinya brp, kapan tunjangan dan tunjangannya brp. Tiba2 ketika bbrp bulan saya tanya katanya hbs utk kebutuhan keluarga. Pdhl utk kebut sandang pangan pakaian dll saya yg penuhi. Sempat terbersit dihati ada wanita lain. Tapi saya pun berpikir tdk mungkin.ketika saya marah aladannya selalu dia malu memberikan kpd saya ktn gajinya lbh kecil dan tunjangannya lbh kecil, pdhl dri awal menikah sy tdk pernah persoalkan. Dri awal menikah krn status pendidikan sy mmg lbh tinggi jd pangkat dlm kepegawaian jg lbh tinggi tpi sy tdk persoalkan. Krn itu dilingkungan kerja. Dan ketika ditumah sy tahu posisi saya adalah makmum. Yg ingin saya tanyakan apa hukumnya dlm islam jika suami yg mengurus kebut keluarga dlm hal ekonomi pdhl istrinya bisa. Salahkan jika istri mempertanyakan kapan gajian brp gajinya dan mana sisa gajinya dan tunjangannya? Sbg istri dimana2 jg kalau melihat suami punya pekerjaan tetap meski gaji kecil dibawain pulang kerumah saat gajian dibetikan ke istri utk dikelola sesuai kebut keluarga pasti kita senang. Dan istri yg jg membantu bekerja pun ikhlas mengeluarkan hasil keringatnya utk sama2 digunakan. Tpi klo hasil dri suami tdk pernah diperlihatkan tdk pernah transparan kpd istri besar kecilnya dan kemana penghasilan itu. Hukum islamnya bgmn? Trm ksh

    1. Ningsih

      Semakin banyak laki laki yang tipis rasa malunya. Menggadaikan kelaki lakiannya demi 1 dan 2 rupiah. Sudah kepalang basah menikah, mau minta cerai takutnya alasan kurang sar’I. Boro boro masuk surga, Takutnya malah kita tidak bisa mencium bau surga. Rugilah kita dunia akhirat. Mungkin ini jalan Allah mencuci dosa dosa kita sebelum menikah. Yang sabar dan teguh saja, mbak. Meski makan hati.

    2. gozali Post author

      Ibu Yuli, memang tidak spesifik diatur bahwa istri harus tahu atau suami harus memberitahu berapa penghasilannya. Namun saat kebutuhan tidak terpenuhi, maka sangat wajar jika ibu menanyakan hal tersebut pada suami.

      Dorong suami untuk lebih terbuka agar bisa sama-sama dicarikan solusinya. Semoga pengorbanan ibu secara finansial sebagai istri menjadi sedekah terbaik.

      Saran saya, jangan pendam emosi tersebut karena bisa merusak kesehatan diri. Lebih baik tetap bicarakan pada suami walaupun keadaan ekonomi mungkin tidak berubah, tapi kesehatan diri akan lebih terjaga.

  50. ani

    assalamu ‘alaikum wr wb
    mau tanya, bagaimana jika istri bekerja untuk membantu orang tua dan dua adiknya dg gajinya sendiri tp suami tidak rela padahal hal itu sudah didiskusikan sebelum menikah? dan suami menyetujui. padahal istri tidak pernah dinafkahi, istri selalu memenuhi kebutuhannya sendiri. tp suami tetap tidak rela, malah suami selalu meminta gaji istri dengan alasan untuk modal usaha.

    1. gozali Post author

      Ingatkan kembali pembicaraan sebelum menikah antara suami dan istri. Beri semangat dan dorong suami untuk lebih bertanggungjawab dalam mengemban amanah nafkah keluarga.
      Ikut andil dan usahanya jika memang diperlukan, dan minta keikhlasannya untuk berbagi dengan keluarga istri agar bisa sama-sama bahagia.

  51. tukfa

    Assalamualaikum.wr.wb.pak bagaimana kl seorang suami dgn penghasilan cukup tp memberikan uang belanja pada istri kurang.kl istri bilang kurang selalu dijawab kan dulu minta segitu,kebetulan saya diberi uang belanja tahunan ditengah perjalanan kebutuhan semakin naik jd gk ckp.n sllu jawab thn dpn aja tak tambahi.kl ditantanya uang hasil kerja sering bilang gk ikut punya uang kok bingung. Bgm hukumnya kl sprti ini

    1. gozali Post author

      Pengeluaran rumah tangga memang fleksibel, bisa naik dan turun. Bahkan dengan uang yang sama bisa berbeda nilainya. Sesekali boleh saja tunjukkan kenaikan harga yang memang riil terjadi, kalaupun uangnya tidak bisa ditambah, bukankah pembeliannya bisa dikurangi?
      Masalah keuangan keluarga bukan hanya tanggungjawab salah seorang saja, tapi tanggungjawab bersama untuk mencari solusinya.

    2. ulfa

      assalamualaikum warah matullahi wa barakatuh.
      pak bagaimana istri kerja, suami kerja. gaji suami 4.257.000 hanya membeli susu dan pampers anak saya, selanjutnya gaji suami beri uang ke orang tuanya karena janda. itupun juga saya gak pernah tahu suami saya beri keorang tuanya berapa. dan 1juta dia bilang kerja sales untuk jaga2 pergi sm cust, sedangkan gaji saya 3.270.000 hanya beri orang tua 300+jagain anak saya, belanja u/ keperluan kdg habis smpai 300, belum lagi bayar listrik 300 karena saya numpang sama orang tua saya, 100 ribu beli beras slm sebulan,100ribu jajan anak saya dan sisa gaji saya buat makan selama sbln, itu pun juga suami saya kalau makan gak pernah ngeluarin duit buat makan,sya minta ke suami bilang duit habis, dan akhirnya gaji saya juga ngeluarin buat makan dia slm sbln.
      kadang mertua saya kalau udh pertengahan bulan sms ke suami saya minta duit lagi, alasan beli ini lah beli itu lah.
      selama nikah saya gak pernah di nafkahi sm suami saya, dan yang saya mau tanyakan suami kasih ke orang tuanya, apakah istri harus tahu apa tidak ya pak. mohon beri penjelasan nya.. makasih

      1. gozali Post author

        Ibu Ulfa, memang betul suami memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri dan anaknya, dan kepada orangtuanya jika mereka tidak mampu.

        Yang suami berikan kepada orangtuanya, semoga itu menjadi jalan ia berbakti pada orangtuanya. Dan penghasilan ibu yang digunakan untuk kepentingan keluarga, semoga menjadi sedekah terbaik dan menjadi bekal ibu di akhirat.

        Idealnya, tentunya semua nafkah berasal dari suami, sampai dengan batas kemampuannya. Jika ibu keberatan menjadi pencari nafkah, bicarakan hal ini pada suami. Dan tetap dukung dia untuk berkembang. Karena tidak mungkin Allah berikan beban yang lebih berat dari kemampuannya untuk menafkahi keluarganya.

  52. indah novita sari

    bagaimana jika suami bekerja dan istri bekerja, tetapi uang untuk pengeluaran seperti bulanan dan lain lain memakai gaji istri, sementara suami bekerja tetapi tidak memberikan hak nafkah untuk menambahi pengeluaran tersebut … tetapi gaji suami tersebut disimpan sendiri dengan alasan uang tersebut juga nantinya menjadi milik istrinya ….

    seharusnya walaupun istri sudah bekerja tetapi suami seharusnya tetap memberikan nafkahnya walaupun hanya setengahnya dan setengahnya lagi baru bisa disimpan oleh suami untuk tabungan

    1. gozali Post author

      Bicarakan dengan baik bersama-sama mengenai pengeluaran keluarga. Jika hanya berdasar pada hak & kewajiban saja, tentu istri berhak untuk meminta nafkah dari suami.
      Jika pengeluaran keluarga ditanggung istri, semoga ini menjadi pahala sedekah terbaik untuk istri. Dan semoga tabungan suami juga bisa dioptimalkan untuk kepentingan keluarga.

    2. resty

      mba indah, keluarga sayapun demikian. beberapa orang tidak setuju dengan keputusan suami saya untuk menggunakan gaji saya untuk hidup dan gaji beliau untuk tabungan.memang sesekali beliau egois dalam membelanjakan uang tsb, tp saya hanya mengingatkan bahwa dari nafkah yang Allah berikan kepadamu, ada hak saya dan anak kita di dalamnya.maka, ada baiknya sebelum membelanjakannya, diskusikanlah dulu dengan saya. setelah itu, beliau selalu meminta pendapat saya jika akan membeli sesuatu dengan uang tabungan itu (tabungan kita).mengenai gaji saya yg digunakan utk kebutuhan hidup, saya ikhlas, semata-mata dalam mencari ridha suami dan ridha Allah.amiin.

  53. lila

    Bagaimana hukumnya istri punya usaha, suami malas membantu padahal dia sendiri tidak punya kerjaan(nganggur) semua kebutuhan keluarga di timpakan kepada istri dengan alasan suami tidak bekerja (tidak punya penghasilan . Kala kadang dia punya uang dari hasil kerja serabutan(kadang-kadan) dia tidak pernah memberikan uang trrsebut karena dia punya angsuran sepeda motor. Mohon penjelasanya . Terimavkasih

    1. gozali Post author

      Jika bicara hukum, maka sebetulnya suami telah bersalah karena menggantungkan kehidupan finansialnya pada istri.
      Tapi kehidupan rumah tangga bukan hanya tentang hak & kewajiban, tapi juga tentang cinta dan kasih sayang.
      Dorong suami untuk lebih semangat mengemban amanah nafkah untuk keluarganya.

      1. rulian

        Iya saya mau tanya,,saya menganggur tapi istri saya punya usaha, terus saya bekerja di tmpt istri saya,,apa saya bisa menafkahi istri dng ikut kerja di tmpt istri walau saya tidak minta gaji kepada istri saya

  54. sandri zulfikar

    ‘assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarraktuh
    mau tanya pak. kalau seandainya isteri bekerja, apakah haknya sama dengan seorang isteri yang tidak bekerja. bolehkah suami mengatakan kepada isteri yang bekerja tersebut untuk memintanya untuk (misalnya) membeli sendiri pakaiannya karena uang suami hanya pas (misalnya) untuk membayar cicilan rumah, hutang, untuk orang tua si suami dan orang tua si isteri, biaya listrik, dan keperluan rumah tangga. lalu bagaimanakah hukum isteri yang walaupun punya penghasilan sendiri yang hampir sama dengan penghasilan suami tetapi masih selalu meminta kepada suami dengan kondisi suami yang sudah saya sebutkan di atas.

    atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih

    1. gozali Post author

      Istri yang bekerja punya hak dan kewajiban yang sama dengan istri yang tidak bekerja.
      Bekerja ataupun tidak, seorang istri ada dalam pertanggungjawaban suaminya secara finansial.
      Bekerja ataupun tidak, seorang istri tidak layak meminta lebih dari kemampuan suaminya dalam memberikan nafkah.

      Jadi pertimbangannya bukan apakah istri bekerja atau tidak, tapi seberapa besar kemampuan sang suami. Ajak bicara istri, tunjukan berapa penghasilan suami dan untuk apa saja pengeluarannya. Ajak istri untuk musyawarah bagaimana membagi penghasilan suami untuk berbagai macam kebutuhan keluarga.

    2. gozali Post author

      Seorang istri yang bekerja maupun tidak, berpenghasilan maupun tidak, punya hak nafkah yang sama dari suaminya.
      Yaitu memiliki hak untuk diberikan nafkah oleh suaminya sesuai dengan kemampuan suami. Dan Allah tidak memberikan ujian di luar kemampuan kita untuk menyelesaikannya.

    3. Neny tamina

      Saya seorang ibu tga anak sy pns suami Saya pernah bekerja namun akhirnya minta berhenti tdk jelas alasannya dan akhirnya Saya buka usaha kecil2 an ( warung) buat suami agar tdk kelihatan Ganggurnya. Sebenarnya tdk masalah buat saya untuk menafkahi keluarga cm yg membuat saya jengkel dari awal Perkawinan hingga sekarang suamj saya selalu diperintah oleh ortunya untuk menjdi supir atau keperluan lainnya beli Beras dan makan ayam saya mertua suami saya dipandang enteng Karna tdk bekerja walaupun dia sedang bekerja menjaga kios yg untungnya sedikit. Perlu bpk ketahui mertua saya orang kaya yg mampu membayar supir, kami makan dan minumpun tdk pernah mibta bantuan mertua meski saya susah sekalipun karna kami beda rumah sampai sekarang yg membuat saya kesal
      1. Suami tdk pernah tanya kapan bayar air dan listrik
      2. Makanan ini dari mana datangnya taunya ada
      3. Orang tuanya semena2 terhadap anaknya dan tdk menghargai saya sebagai istri
      4 suami saya tdk pernah nolak kalau diperintah saya sini. Sedangkan dlm rumah mertua ada anak mantu laki.
      5. Apakah yg harus saya perbuat Apakah saya harus pasrah Dengn keadaan yg sudah berlangsung bertahun2
      Tolong saya merasa rumah tanggaku sdh diambang kehancuran Tolong beri solusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'